The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda

Para siswa-siswi serta mahasiswa dalam pakaian adat nusantara
Pada hari Rabu, 28 Oktober 2015 bertempat di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda. Peringatan ini dihadiri oleh TNI, Polri, Satpol PP, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pramuka, Akper, Siswa SMA dan SMP. Dalam peringatan ini ada pembacaan Sumpah Pemuda yang didampingi oleh perwakilan sekolah di Kuala Kapuas yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. SMAN 1 Kuala Kapuas kembali mendapatkan kehormatan untuk menjadi paduan suara dalam kegiatan ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas