Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Dapat Sertifikat dari WHO


Pada tanggal 28 Agustus 2015 yang lalu, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menyelenggarakan kegiatan Hand Hygiene Relay. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Global Hand Sanitizing Relay yang diikuti oleh 132 negara di seluruh dunia. Pada tanggal 13 November 2015, Professor Didier Pittet, MD, MS, CBE, Lead Adviser, WHO Clean Care is Safer Care Program, University of Geneva Hospitals and Faculty of Medicine, Geneva, Switzerland mengirimkan sertifikat bagi seluruh peserta kegiatan tersebut diatas. Beliau juga mengajak kepada seluruh staf rumah sakit untuk bergabung dalam Global Hand Sanitizing Relay Community pada halaman Facebook berikut ini https://www.facebook.com/groups/handsanitizingrelay


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas