"Old couples" di Sydney Airport

Gambar
  Ada satu hal yang menarik perhatian saya saat berada di Sydney Airport yaitu banyaknya pasangan suami istri lanjut usia yang berada di bandar udara ini. Di beberapa tempat makan yang tersedia di sini, banyak diantara mereka yang menempati tempat duduk berdua. Mereka umumnya membawa tas yang cukup untuk dibawa berdua. Mereka ngobrol berdua. Ada juga yang sama-sama pegang HP dan sibu dengan HP masing-masing. Namun sebagian besar dari mereka mengobrol dengan pasangannya. Saya mencoba untuk melihat statistik orang tua di Australia, ternyata sekitar 16% (2020) , lebih banyak dibandingkan dengan Indonesia yang hanya 10% (2019) .  Jadi memang secara statistik jumlahnya lebih banyak. Mereka umumnya tidak tinggal dengan keluarga tapi tinggal berdua saja. 

Ingat Ibu Meski di Rantau

Heru Hidayat bersama keluarga
Palangka Raya, Selasa (22/12) Dalam rangka memperingati hari Ibu, Ketua Umum PKS Kalimantan Tengah, Heru Hidayat ingin berbagi pengalaman diantara yang paling berkesan. Hal ini dialaminya pada saat mau pergi menuntut ilmu ke pulau Kalimantan yaitu dengan terlebih dahulu memohon ijin kepada kedua orang tua. Rasa berat bagi kedua orang tua, terutama ibu, ketika harus mengijinkan anaknya untuk pergi jauh merantau yang sebelumnya tidak pernah terbayang bagi sang Ibu. Meski hari-hari sebelumnya ibu adalah sosok yang sering kali menyiapkan sarapan pagi, terkadang memanggil kami untuk membantu beliau mengambil atau membelikan sesuatu yang beliau butuhkan. Berat memang jika harus melepas siapapun anaknya yang sehari-hari terasa dekat dengan sang Ibu. Itulah yang kemudian akan terasa berat di hati siapapun yang akan melepas anaknya untuk pergi jauh dari kebiasaan bersama. Perasaan sang ibu sangat peka terutama ketika harus meneteskan air mata sebagai pertanda bahwa sang anak masih sangat di butuhkan untuk senantiasa dekat. Bisa jadi hal yang sama sahabat juga mengalaminya? 

Bahkan menurut Heru yang telah di amanahi empat orang anak ini menuturkan bahwa "sejak kecil saya sering kali membantu Ibu, meski harus bekerja pada perusahaan keluarga untuk mendapatkan tambahan uang jajan ataupun menambah untuk pembayaran SPP sekolah". Ada perasaan puas dan bangga ketika setiap kali menerima honor dari jerih payah keringat yang dilakukan. Apalagi uang yang di dapat cukup meringankan beban orang tua untuk bisa memenuhi keperluan sekolah. Kemudian Heru bercerita bahwa untuk mencapai sekolah SMP harus mengayuh sepeda sejauh 7 kilo meter untuk bisa sampai di awal jam pelajaran, meskipun banyak diantara anak-anak sekolah menggunakan angkutan umum. Berlanjut sampai harus mengenyam bangku SMA terkadang saya harus mengayuh sepeda sejauh 20 kilo meter. Untuk mengobati rasa lelah dan capai biasanya kami saling jemput rekan-rekan sekolah yang juga menggunakan sepeda, lantas kami bersama-sama mengayuh sepeda menuju ke sekolah ungkap Heru. 

Menyenangkan memang ketika niat untuk bisa sekolah terus menggelora dalam diri kami anak-anak kampung yang sangat membutuhkan ilmu pengetahuan. Karena seringkali kesempatan untuk bisa melanjutkan sekolah sangatlah terbatas, apakah karena alasan biaya, alasan jauh, ataupun alasan lainnya. Namun hari-hari itu saya merasakan bagaimana kedua orang tua kami memberikan dukungan dan doa untuk terus bisa belajar di manapun dan kapanpun. Saya yakin sahabat semua merasakan bagaimana kedua orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dan bahagia? 

Begitu besar pengorbanan kedua orang tua untuk bisa merawat, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada kita semua. Dalam hati yang paling dalam pasti ada harapan dan keinginan para orang tua, ayah maupun ibu untuk terus mendoakan anaknya. Begitu besar pula harapan mereka agar kelak memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, kebersamaan dalam menempuh kehidupan yang kekal.

Maka dalam kesempatan berharga ini kita semua sebagai anak menyempatkan waktu untuk bisa berkomunikasi, mendoakan, mengungkapkan rasa terima kasih dan jika ada rizqi yang memenuhi berkunjunglah untuk bisa bersilaturahim kepada kedua orang tua. Semoga momentum ini menjadikan pengingat kita akan pengorbanan dan upaya kebaikan dari kedua orang tua kita, terutama untuk Ibu. Meski dari rantau kami sangat merindukan mu Ibu. Tadi pagi secara khusus saya menghubungi Ibu di Kampung, semoga memberikan manfaat dan berkah. Terima kasih, mohon maaf semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

3 Penyebab Isra' Mi'raj