Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hari Ibu

Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Rumah Keluarga Indonesia mengadakan Lomba Menghias Cupcake

Gambar
Bahan dasar cupcake Pada hari Minggu, 25 Desember 2016, dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-88, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) menyelenggarakan Lomba Menghias Cupcake. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Maluku, sekitar stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas. Menghias cupcake Cupcake yang sudah dihias tersebut dijual kepada masyarakat yang sedang melaksanakan jalan pagi / lari pagi di sekitar stadion tersebut. Satu cupcake tersebut dijual dengan harga Rp 10.000. Cupcake yang sudah dihias  Hasil penjualan cupcake ini akan disumbangkan kepada saudara kita di Aleppo, Suriah. Cupcake yang sudah dihias Cupcake yang sudah dihias

Ingat Ibu Meski di Rantau

Gambar
Heru Hidayat bersama keluarga Palangka Raya, Selasa (22/12) Dalam rangka memperingati hari Ibu, Ketua Umum PKS Kalimantan Tengah, Heru Hidayat ingin berbagi pengalaman diantara yang paling berkesan. Hal ini dialaminya pada saat mau pergi menuntut ilmu ke pulau Kalimantan yaitu dengan terlebih dahulu memohon ijin kepada kedua orang tua. Rasa berat bagi kedua orang tua, terutama ibu, ketika harus mengijinkan anaknya untuk pergi jauh merantau yang sebelumnya tidak pernah terbayang bagi sang Ibu. Meski hari-hari sebelumnya ibu adalah sosok yang sering kali menyiapkan sarapan pagi, terkadang memanggil kami untuk membantu beliau mengambil atau membelikan sesuatu yang beliau butuhkan. Berat memang jika harus melepas siapapun anaknya yang sehari-hari terasa dekat dengan sang Ibu. Itulah yang kemudian akan terasa berat di hati siapapun yang akan melepas anaknya untuk pergi jauh dari kebiasaan bersama. Perasaan sang ibu sangat peka terutama ketika harus meneteskan air mata sebagai pertanda

Kegiatan Hari Ibu di Puskesmas Melati

Gambar
Foto bersama pimpinan beserta staf setelah selesai melakukan aktivitas Pemaparan setiap pemegang program dalam Lokmin Internal rencana kegiatan tahun 2016, dengan menggunakan kebaya. Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember 2015, karyawan Puskesmas Melati dalam melaksanakan aktivitasnya menggunakan kebaya. Dengan memakai kebaya atau sejenisnya akan lebih mendekatkan ke sosok seorang Ibu sehingga diharapkan karyawan Puskesmas Melati dalam melayani pasien sakit dan sehat,memancarkan sosok seorang Ibu yang penuh kelemah lembutan, kasih sayang, dan ketegasan. Selamat hari Ibu. Pengirim: dr. Tonun Irawaty

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan