The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Rumah Keluarga Indonesia mengadakan Lomba Menghias Cupcake

Bahan dasar cupcake
Pada hari Minggu, 25 Desember 2016, dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-88, Rumah Keluarga Indonesia (RKI) menyelenggarakan Lomba Menghias Cupcake. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Maluku, sekitar stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas.
Menghias cupcake
Cupcake yang sudah dihias tersebut dijual kepada masyarakat yang sedang melaksanakan jalan pagi / lari pagi di sekitar stadion tersebut. Satu cupcake tersebut dijual dengan harga Rp 10.000.
Cupcake yang sudah dihias
 Hasil penjualan cupcake ini akan disumbangkan kepada saudara kita di Aleppo, Suriah.
Cupcake yang sudah dihias

Cupcake yang sudah dihias

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas