Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Ketua JSIT Kalteng Kunjungi Kapuas

Pada hari Selasa, 22 Desember 2015, Yayasan Islam Al-Amin Kapuas mengundang Ustadz Heri Rusli Efendi, Ketua JSIT Kalimantan Tengah, ke Kapuas. Beliau mengisi kegiatan silaturahmi dengan para guru,  pengurus, pembina dan pengawas yayasan. Selain itu beliau juga memberi motivasi kepada pengampu kepentingan yayasan untuk bersemangat dalam memperjuangkan syiar Islam.

Beliau mengajak kita untuk pesimis dengan kejayaan Islam masa lalu. Beliau memotivasi para guru untuk memotivasi para murid untuk menjadi seperti para pahlawan Islam. Sejarah bisa memudahkan kita untuk bangkit. Apa yang dialami oleh Rasulullah lebih berat dari apa yang kita alami.

Al-Amin diharapkan bisa menjadi basis bagi dakwah, tidak hanya bagi para pengurus yayasan, guru, tetapi juga bagi para murid dan orang tua.

Bila para guru mengajar maka ilmunya akan bermanfaat. Semakin sering seorang guru menyampaikan materi tarbiyah maka dia akan mengetahui kekurangannya dalam penyampaian. Seorang guru dipaksa untuk membaca untuk mempersiapkan materi. Kita harus menambah keahlian dalam menyampaikan materi. Kita harus memperkaya bacaan.

Seorang guru yang senantiasa mengajak pada kebaikan, maka kita akan mendapatkan pahala. Ini mirip dengam MLM. Upline selalu mendapatkan poin dari downline nila upline bisa tutup poin. Itulah sebabnya bila amal Abu Bakar ditimbang maka pahala beliau lebih berat karena beliau adalah As-Sabiqunal Awwalun (generasi awal).

Guru yang baik adalah yang berhasil mencetak orang yang lebih baik dari dirinya. Dengan disampaikannya ilmu (berjalannya proses pembelajaran) maka ada proses regerasi.

Menjadi guru memerlukan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya. Guru merupakan pekerjaan yang mulia. Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk menjadi guru.

Seorang guru yang menyeru kepada Allah, maka dia melakukan pekerjaan yang paling mulia (Q.S. 41: 33). Bila seorang guru bisa menunjuki orang lain maka dia mendapatkan onta merah. Mereka yang menyeru kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar maka dia adalah umat terbaik (Q.S. Ali Imran, 3: 110). Guru yang mengajak pada kebaikan bisa diselamatkan oleh murid dan rekan-rekannya dari neraka.

Seorang guru diharapkan bisa menjadi motivator bagi para murid-muridnya untuk berusaha sekuat tenaga menjadi yang terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas