"Old couples" di Sydney Airport

Gambar
  Ada satu hal yang menarik perhatian saya saat berada di Sydney Airport yaitu banyaknya pasangan suami istri lanjut usia yang berada di bandar udara ini. Di beberapa tempat makan yang tersedia di sini, banyak diantara mereka yang menempati tempat duduk berdua. Mereka umumnya membawa tas yang cukup untuk dibawa berdua. Mereka ngobrol berdua. Ada juga yang sama-sama pegang HP dan sibu dengan HP masing-masing. Namun sebagian besar dari mereka mengobrol dengan pasangannya. Saya mencoba untuk melihat statistik orang tua di Australia, ternyata sekitar 16% (2020) , lebih banyak dibandingkan dengan Indonesia yang hanya 10% (2019) .  Jadi memang secara statistik jumlahnya lebih banyak. Mereka umumnya tidak tinggal dengan keluarga tapi tinggal berdua saja. 

Mengenal Dubach-Vischer Marianne

The doctor's children in Kuala Kapuas
Mungkin banyak yang bertanya-tanya siapa beliau. Beliau adalah anak dari dr. Vischer yang pernah menjadi direktur RS Kuala Kapuas pada tahun 1930-an. Beliau lahir tahun 1926 di Basel, Swiss. Kemudian pada tahun 1927 mengikuti ayahnya yang menjadi dokter misionaris di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. Setelah itu dia tinggal bersama neneknya di Basel Swiss. Dia berhenti kuliah kedokteran karena menikah. Sebagai ketua asosiasi "Leonhard Home" dan the "Basler Women's Association", yang dia pimpin setiap sepuluh tahun, dia mengkampanyekan masalah wanita dan anak-anak. Beliau adalah anggota pengurus Protestant Women's Federation pada tahun 1980 dan dipilih sebagai Grand Council of the Canton of Basel-Stadt sampai tahun 1992.

Beliau menulis dua buah buku yang berisi pengalaman orang tuanya dan pengalamannya selama tinggal di Kuala Kapuas dan Basel:


Sumber: Frederick Reinhart Verlag


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

3 Penyebab Isra' Mi'raj