Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Pesemaian kering di halaman rumah

Pesemaian kering di halaman rumah
Dekatnya permukaan tanah dengan permukaan air di Kuala Kapuas, memungkinkan orang untuk melakukan penyemaian secara kering. Penyemaian ini tetap memerlukan air. Tanah di Kuala Kapuas yang dikenal sebagai tanah gambut, sangat kaya dengan air sehingga memungkinkan dilakukan penyemaian padi. Itulah sebabnya di Kuala Kapuas ini banyak kita saksikan di tepi-tepi jalan, banyak orang yang melakukan penyemaian padi, memaksimalkan lahan yang mereka miliki. Pertanian merupakan aktivitas sebagian besar warga Kapuas. Bahkan para pensiunan pun banyak yang memilih untuk bertani untuk mengisi waktu luang mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas