Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pertanian

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Menanam Harapan di Tanah Kapuas: Desain Regeneratif untuk Masa Depan yang Melimpah

Gambar
  Bayangkan Anda memegang sebutir benih di tangan. Terlihat kecil, bahkan mungkin tidak berarti. Namun, begitu benih itu menyentuh tanah Kapuas kita yang subur, Anda tidak hanya menanam sebatang pohon di masa depan. Anda sedang menggerakkan sebuah sistem kehidupan yang utuh. Air mulai berkumpul, jamur di bawah tanah tersadar, dan mikroba memulai tugasnya. Akar mencengkeram tanah, menyaring air, sementara daun yang muncul menyerap karbon dari udara, menaungi bumi, dan memperlambat aliran air hujan. Serangga datang, burung mengikuti, dan satwa liar lainnya menemukan makanan serta tempat berlindung. Tanpa kita sadari, kita menuai hasilnya: udara yang lebih bersih, tanah yang lebih subur, iklim yang lebih stabil, dan ikatan yang lebih dalam dengan tempat yang kita sebut rumah. Inilah gagasan utama yang disampaikan oleh Sierra Bainbridge, seorang arsitek lanskap dari MASS Design Group. Ia mengajak kita untuk melihat desain dan pembangunan bukan sekadar sebagai cara mendirikan bangunan, ...

Pesemaian kering di halaman rumah

Gambar
Pesemaian kering di halaman rumah Dekatnya permukaan tanah dengan permukaan air di Kuala Kapuas, memungkinkan orang untuk melakukan penyemaian secara kering. Penyemaian ini tetap memerlukan air. Tanah di Kuala Kapuas yang dikenal sebagai tanah gambut, sangat kaya dengan air sehingga memungkinkan dilakukan penyemaian padi. Itulah sebabnya di Kuala Kapuas ini banyak kita saksikan di tepi-tepi jalan, banyak orang yang melakukan penyemaian padi, memaksimalkan lahan yang mereka miliki. Pertanian merupakan aktivitas sebagian besar warga Kapuas. Bahkan para pensiunan pun banyak yang memilih untuk bertani untuk mengisi waktu luang mereka.

Memanfaatkan lahan tidur

Gambar
Bila di Pulau Jawa orang-orang mengalami kesulitan masalah lahan, sehingga banyak yang memanfaatkan lahan tidur. Ternyata hal seperti itu tidak hanya dialami oleh orang-orang di Jawa. Di Kapuas pun banyak orang-orang yang tidak punya tanah yang cukup luas, sehingga sebagian masyarakat memanfaatkan lahan terbatas yang mereka miliki, sehingga dapat memberikan hasil yang lumayan. Lahan diatas terletak di belakang Dinas Pendidikan dan Dinas Perindagkop dan UMKM dan juga dibelakang taman makam pahlawan. Lahan ini ditanami dengan sayur mayur. Jadi kalau ingin berusaha, banyak yang bisa dilakukan.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)