BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Berbagai kegiatan promosi stanting

Presentasi dari kelompok diskusi
Dalam kegiatan Perencanaan Partisipatif Kampanye Komunikasi Gizi Nasional pada hari Kamis, 14 Januari 2016 bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kapuas  banyak bentuk kegiatan yang diusulkan untuk dilaksanakan.

Kelompok 2 yang menjadi penyaji pertama mengusulkan kegiatan sosialisasi kepada camat, kades dan lurah. Pelibatan PKK dalam berbagai kegiatan sosialisasi akan bisa mendorong partisipasi para pimpinan kecamatan atau desa.

Kelompok 5 yang menyasar para jurnalis, penyiar radio, penyiar radio, pengguna media sosial, dan blogger mengusulkan sosialisasi untuk wartawan, penyiar radio, TV dan press release. Bagi para blogger diadakan lomba penulisan artikel tentang stanting.

Sosialisasi stanting untuk tenaga kesehatan dibagi menjadi tenaga di RS, puskesmas dan praktek swasta (kelompok 4). Bentuk kegiatan adalah seminar ilmiah yang memiliki SKP; Lokakarya mini puskesmas; pertemuan rutin organisasi profesi. Untuk kegiatan di RS diusulkan lewat pertemuan komite medis dan komite keperawatan serta kegiatan pit stop.

Untuk sosialisasi bagi bupati, kepala SKPD, dan anggota DPRD, kelompok 1 mengusulkan kegiatan rapat kerja yang dipimpin oleh gubernur. Kemudian raker untuk para kepala SKPD dipimpin oleh bupati. Untuk DPRD dilakukan audiensi.

Bagi perusahaan swasta, dari kelompok 6 ada yang mengusulkan kegiatan sosialisasi yang melibatkan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (karena mereka disegani oleh perusahaan).
Kegiatan sosialisasi bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan PKK diusulkan oleh kelompok tiga. Narasumber yang dilibatkan adalah dari Dinkes dan Depag, dengan penanggung jawab Kesbangpol Linmas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)