Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui Lebih Besar Dari Ibu Hamil

Ir. Ahmad Syafiq MSc PhD sedang menyampaikan presentasi
Narasumber Diskusi Publik dan Perencanaan Partisipatif Kampanye Komunikasi Gizi Nasional, Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD, menyampaikan judul diatas. Beliau menyampaikan bahwa cadangan lemak yang dikumpulkan oleh ibu saat hamil bermanfaat untuk produksi ASI selama 3 bulan. Setelah itu maka nutrisi ibu harus memadai. Jangan sampai saat menyusui makannya malah berkurang.
Selain itu beliau menghimbau agar frekuensi menyusui tetap dipertahankan karena hal ini mempengaruhi produksi ASI. Ibu yang bekerja juga harus mengupayakan agar pemompaan ASI dilakukan sesuai dengan frekuensi menyusui. Di Jerman untuk mendukung pertumbuhan bayi, pemerintah memberikan cuti melahirkan selama 2 tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas