Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Perpisahan Dokter Internsip Kapuas 2015/2016

Peserta Perpisahan Dokter Internsip Periode 2015/2016
Pada hari Senin, 25 Januari 2016 bertempat di Restoran Sawah Buli Lewu dilaksanakan Silaturahmi Rutin Anggota IDI Cabang Kapuas dan Perpisahan Dokter Internsip Periode 2015/2016. Dalam pertemuan ini penasehat IDI Cabang Kapuas, dr. H. Bawa Budi Raharja, MM memotivasi para dokter internsip untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan mengkritisi Dokter Layanan Primer.

Ketua IDI Cabang Kapuas, dr. Safira Amira Tjandrasari, Sp.KJ mengajak para dokter internsip untuk senantiasa memperbaharui ilmu. Selain itu beliau berpesan agar para dokter senantiasa menjaga rapport (hubungan) dengan pasien. Beliau berterima kasih atas semua pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Kapuas.

Dalam kesempatan ini ada perkenalan dengan dr. Nigelia, Sp.OG
Dokter Agus Waluyo sebagai pendamping di Puskesmas Selat juga mohon maaf jika selama membimbing kadang-kadang bersikap agak keras kepada para dokter internsip. Hal ini beliau lakukan agar para dokter siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di lapangan, seperti menghadapi kasus syok anafilaksis.
Dalam acara ini ada dokter internsip yang menyampaikan kesan dan pesan yang menyedihkan sekaligus lucu. Kemudian ada penyerahan cendera mata dari IDI Cabang Kapuas kepada para dokter nternsip dan juga dari dokter Internsip kepada IDI Cabang Kapuas. Kemudian ada acara foto bareng dan hiburan sambil makan siang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas