The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012


Pembukaan bimbingan akreditasi rumah sakit versi 2012
Pada hari Selasa, 23 Februari 2016 bertempat di aula rumah sakit dan ruang keperawatan dilaksanakan kegiatan Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012. Bimbingan ini akan berlangsung selama empat hari. Bimbingan hari pertama dan kedua disampaikan oleh dr. Yanuar Hamid, SpPD, MARS dan Ns. Desnita Fitri, S.Kep, MARS. Kegiatan bimbingan ini diikuti oleh seluruh Pokja dan kepala ruangan.

Dalam bimbingan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai proses-proses yang ada dalam berbagai elemen penilaian, pembuatan kebijakan, standar prosedur operasional dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas