Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Kamu berbuat baik adalah untuk dirimu sendiri

Ayat diatas secara lengkapnya berbunyi:

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ... (Q.S Al Isra, 17: 7)

Hal ini dapat dilihat dalam kisah nyata berikut ini.

Ketika sepasang dokter (suami istri) baru datang ke Kuala Kapuas, mereka menginap di rumah teman sejawat mereka yang sudah lebih dulu bertugas di sana. Lebih dari dua puluh tahun kemudian, anak dari teman sejawat yang memberikan penginapan tersebut kembali ke Kuala Kapuas. Kali ini sebagai dokter internsip. Istri dari pasangan dokter tadi sekarang sudah menjadi pimpinan tertinggi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Tahun ini dinas kesehatan sudah menyiapkan dana untuk 21 orang dokter internsip yang akan datang ke Kuala Kapuas. Rupanya yang datang cuma 6 orang. Dari dana tersebut, dinas kesehatan dapat menyediakan penginapan ber-AC bagi para dokter internsip tersebut.

Jadi bila lebih dari dua puluh tahun yang lalu sepasang dokter tersebut menginap di kamar biasa, sekarang mereka bisa menyediakan kamar ber-AC bagi anak dari teman sejawat yang pernah memberikan kepada mereka penginapan dahulu.

Semoga kisah nyata ini memberi semangat kepada kita bahwa sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain, bukanlah hanya bermanfaat untuk orang lain saja, tapi juga akan bermanfaat bagi diri kita sendiri baik di kehidupan dunia maupun di kehidupan akhirat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas