Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Kamu berbuat baik adalah untuk dirimu sendiri

Ayat diatas secara lengkapnya berbunyi:

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ... (Q.S Al Isra, 17: 7)

Hal ini dapat dilihat dalam kisah nyata berikut ini.

Ketika sepasang dokter (suami istri) baru datang ke Kuala Kapuas, mereka menginap di rumah teman sejawat mereka yang sudah lebih dulu bertugas di sana. Lebih dari dua puluh tahun kemudian, anak dari teman sejawat yang memberikan penginapan tersebut kembali ke Kuala Kapuas. Kali ini sebagai dokter internsip. Istri dari pasangan dokter tadi sekarang sudah menjadi pimpinan tertinggi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Tahun ini dinas kesehatan sudah menyiapkan dana untuk 21 orang dokter internsip yang akan datang ke Kuala Kapuas. Rupanya yang datang cuma 6 orang. Dari dana tersebut, dinas kesehatan dapat menyediakan penginapan ber-AC bagi para dokter internsip tersebut.

Jadi bila lebih dari dua puluh tahun yang lalu sepasang dokter tersebut menginap di kamar biasa, sekarang mereka bisa menyediakan kamar ber-AC bagi anak dari teman sejawat yang pernah memberikan kepada mereka penginapan dahulu.

Semoga kisah nyata ini memberi semangat kepada kita bahwa sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain, bukanlah hanya bermanfaat untuk orang lain saja, tapi juga akan bermanfaat bagi diri kita sendiri baik di kehidupan dunia maupun di kehidupan akhirat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas