Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Masuk UI? Siapa Takut

Logo Universitas Indonesia.
Bagi para siswa yang berada di luar Jawa, terutama di Kapuas, sepertinya untuk bisa masuk ke Universitas Indonesia merupakan sesuatu yang tidak terbayangkan. Ada yang bilang, "Merupakan suatu keajaiban kalau saya diterima di UI!". Kondisi ini diperparah dengan adanya cerita yang berkembang bagaimana para siswa yang berasal dari luar Jawa, agak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan gaya belajar yang kompetitif di UI.

Ketakutan seperti ini membuat mereka takut untuk mencoba. Padahal dalam hidup ini, gagal harusnya menjadi sesuatu yang biasa dialami oleh para siswa sehingga mereka tidak terlalu terbebani bila mengalami kegagalan. Tentu untuk bisa meraih sesuatu yang tinggi juga diperlukan upaya yang cukup besar juga. Namun semangat untuk meraih yang terbaik hendaknya tidak dipatahkan oleh kekhawatiran yang tidak beralasan.

Pada hari ini Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dimulai. Para siswa kelas 3 SMA sudah mulai bisa menentukan pilihan mereka mau masuk ke jurusan dan universitas apa yang akan dipilih. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan untuk memilih mau masuk mana. Pilihlah sesuatu yang membuat anda bisa memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa ini, sekecil apapun.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"