The Salahuddin Generation (Ep. 10): Salahuddin vs Richard the Lionheart — Menang Tanpa Menjadi Monster

Gambar
Jika Ep. 9 mengajarkan bahwa kemenangan memanggil serangan balik, maka Ep. 10 memperlihatkan sesuatu yang lebih berat: uji moral ketika perang menjadi sangat kejam . Di episode ini, Salahuddin diuji bukan hanya oleh pasukan Eropa yang semakin besar, tetapi oleh: pemimpin Muslim yang sibuk soal gelar , keputusan pahit ketika kota jatuh, pengkhianatan yang memicu pembantaian, dan godaan terbesar bagi seorang pejuang: menjadi seperti musuhnya. Salahuddin menolak itu. Dan justru di situlah salah satu “kemenangan” terbesarnya. 1) Raja-raja yang Bersumpah Mematahkan Salahuddin Ancaman besar datang dari dua arah: Pasukan Salib di Acre (Akka) yang tak kunjung selesai. Frederick Barbarossa yang mendarat di Asia Minor, dengan pasukan besar menuju Syam. Narasi menggambarkan fanatisme mereka: sampai bersumpah tidur dengan baju zirah, bahkan menghukum orang yang “berbuat dosa” karena menganggap kekalahan mereka akibat kesalahan moral mereka sendiri. Namun yang mengua...

Pertemuan Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Kapuas

Ir. Ahmad Syafik sedang menyampaikan materi
Pada hari Rabu 17 Pebruari 2016 di aula Bappeda Kuala Kapuas, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kapuas mengadakan acara pertemuan rutin tiga bulanan. Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 150 bidan. Narasumber kegiatan ini adalah Ketua IBI Kapuas ibu Danung Wulandari, Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Ny. Ary Egahni Ben Bahat, SH, Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD, dan dr. Tri Setyautami, MPHM. 

Dalam acara ini ketua IBI Kapuas ibu Danung Wulandari, MPH menyampaikan paparan internalisasi organisasi antara lain yaitu pentingnya bidan memiliki dokumen terstandar yang dipersyaratkan oleh organisasi profesi maupun instansi kesehatan di mana dia bekerja menjalankan profesinya, pentingnya bidan untuk selalu meng-update pengetahuan dan ketrampilan, mengingatkan agar para bidan bekerja sesuai standar, melaksanakan imunisasi HB0 yang cakupannya se-Kabupaten Kapuas sangat rendah dibanding dengan cakupan kunjungan neonatal pertama. 

Ny. Ary Egahni menyampaikan Peran PKK Dalam Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Balita. Dalam hasil Rakernas PKK ke VIII Tahun 2015 lalu, disampaikan bahwa program prioritas PKK salah satunya adalah mendukung pemerintah dalam Percepatan Perbaikan Gizi melalui Program Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), dan Mendukung Program Pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Balita (AKABA) serta “Eradikasi Polio”. Dalam paparannya, beliau juga banyak memotivasi para bidan agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya karena profesi bidan adalah sangat mulia. 

Ir. Ahmad Syafiq menyampaikan paparan pentingnya gizi , kesehatan lingkungan dan kaitannya dengan stunting.

Sedangkan dr. Tri Setyautami, MPHM menyampaikan pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS, Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA), dan mengingatkan PIN Polio 8-15 Maret. 
Acara ini selain dihadiri oleh para bidan, juga pokja IV TP PKK Kabupaten Kapuas. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas