Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Telusur Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012

dr. Yanuari Hamid, Sp.PD, MARS (tengah) di Instalasi Gawat Darurat
Bimbingan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) berlanjut pada hari Rabu, 24 Februari 2016 dengan melakukan telusur pelayanan pasien. Pembimbing dari KARS, dr. Yanuar Hamid, Sp.PD, MARS mengajak para peserta bimbingan untuk meninjau berbagai instalasi, ruangan dan poliklinik yang ada di rumah sakit untuk melihat sudah sejauh mana mereka mengerti dan menerapkan elemen penilaian akreditasi. Dari telusur tersebut didapatkan bahwa masih banyak yang harus dibenahi di rumah sakit ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan