Cara Terbukti Membuat Kebiasaan Baru Menempel (Tanpa Harus “Niat Baja”)

Gambar
  Pernah merasa semangat di awal—misalnya mau olahraga, makan lebih sehat, atau belajar rutin—tapi seminggu kemudian kembali ke pola lama? Itu wajar. Banyak orang mengira kunci kebiasaan adalah motivasi besar dan kedisiplinan keras . Padahal, menurut ilmuwan perilaku dari Stanford University, BJ Fogg , kebiasaan justru lebih mudah terbentuk jika kita memulainya dari hal yang sangat kecil , lalu “ditanam” di rutinitas harian. Gagasan ini dibahas dalam episode Life Kit dari NPR berjudul A proven method to make a habit stick (13 Januari 2026). Intinya: kalau ingin kebiasaan baru bertahan, jangan mulai dari target besar. Mulailah dari versi yang paling mudah—bahkan terlihat “sepele”. Apa Itu Kebiasaan? BJ Fogg mendefinisikan kebiasaan sebagai sesuatu yang kita lakukan otomatis , tanpa banyak berpikir atau menimbang-nimbang. Jadi, yang menentukan kebiasaan bukan seberapa sering (harian/mingguan/tahunan), tetapi seberapa “otomatis” kita melakukannya. Contohnya: Menggosok gig...

Pelatihan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi di Rumah Sakit (Pelatihan IPCN)

Nurdiana dan Mariasih (nomor 2 dan 6 dari kiri) bersama peserta pelatihan (Courtesy of Nurdiana)
Mulai tanggal 22-28 Mei 2016 bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta, dilaksanakan kegiatan Pelatihan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi di Rumah Sakit (Pelatihan IPCN). RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengirimkan dua orang perawatnya untuk mengikuti kegiatan tersebut yaitu Nurdiana dan Mariasih. Mereka berdua sudah mengikuti pelatihan dasar pengendalian infeksi di rumah sakit yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pelatihan ini. Sepulangnya dari pelatihan ini, mereka berdua akan menjadi pelatih bagi rekan-rekan perawat ruangan lainnya dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas