Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Ciri-ciri orang yang bertakwa - Majelis Ta'lim Mar'atushsholihah

Sejak hari Senin, 6 Juni 2016 minggu yang lalu, kegiatan tadarus Majelis Ta'lim Mar'atushsholihah ini sudah dimulai. Kegiatan ini diisi dengan mengkhatamkan Qur'an setiap kali pertemuan. Para peserta diminta untuk membaca bagian tertentu dari Qur'an, sehinga dalam pertemuan tersebut semua bagian Qur'an terbaca. Setelah membaca Qur'an ada juga kegiatan tausiyah yang disampaikan oleh penceramah yang diundang.

Pada hari Senin, 13 Juni 2016, topik yang disampaikan oleh penceramah adalah tentang ciri-ciri orang-orang yang Muttaqin (bertakwa) yaitu:

  • Beriman kepada yang ghaib. Dalam bentuk praktisnya penceramah mencontohkan bagaimana ketika seorang ibu merasa tidak nyaman bersama teman-teman yang ngerumpi menandakan adanya keimanan kepada yang ghaib dalam dirinya. Ketika seorang lelaki menahan pandangannya dari melihat aurat wanita juga merupakan tanda keimanan pada yang ghaib.
  • Mendirikan shalat. Kata-kata yuqiimu sama unsurnya dengan iqamah yang dilakukan oleh bilal saat menjelang shalat. Ketika iqamah mengajak jama'ah shalat untuk berdiri, maka ayat ini menunjukkan bahwa sebaiknya mendirikan shalat itu diwujudkan dengan shalat berjama'ah di masjid. Diharapkan ibu-ibu bisa mendorong bapak-bapak untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam mendirikan shalat di masjid.
  • Menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan. Ayat ini dimulai dengan menyebutkan apa yang sudah Allah berikan untuk kita. Artinya rizki yang Allah berikan kepada kita sangat banyak. Kita tidak perlu menunggu punya uang banyak untuk menyumbang. Kita bisa menyisihkan waktu, membantu menyingkirkan duri dari jalan, kita bisa menyumbang tenaga, kita bisa menggunakan kendaraan yang kita miliki, kita bisa menyumbang uang dan lain-lain. Jadi sebenarnya banyak potensi yang bisa kita gunakan di jalan Allah SWT.
  • Beriman kepada apa yang diturunkan kepada engkau (Muhammad) dan apa-apa yang diturunkan sebelum engkau dan beriman kepada hari akhir. Dari segi urutan, Qur'an didahulukan dari Taurat dan Injil. Ini menunjukkan bahwa kita bisa menggunakan kacamata Qur'an untuk menilai Taurat dan Injil. Keimanan kepada hari akhir, adalah sesuatu yang hilang dalam keyakinan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang Nasrani mereka mengatakan sudah dijamin oleh Yesus. Dalam kacamata Islam keyakinan ini sangat jelas yang hampir tidak ada perdebatan di dalamnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas