The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Konsep Diri Dalam Islam

Bapak Erwin Fahlephi sedang menyampaikan materi
Dalam kegiatan mabit yang dilaksanakan pada hari Jum'at, 19 Agustus 2016 di Masjid Al-Ihsan, Bapak Erwin Fahlephi menyampaikan materi Konsep Diri Dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa manusia terlahir ingin bebas. Dalam anarkisme, mereka ingin agar tidak ada aturan. Padahal manusia tidak bisa hidup tanpa aturan.

Beliau menceritakan pengalaman beliau dalam melakukan penelitian terhadap komunitas "punk" di Kota Malang saat menempuh pendidikan. Komunitas ini memiliki pesan-pesan yang mereka sampaikan dalam tata rambut, pakaian dan asesoris yang mereka kenakan. Mereka juga ingin menikmati musik tanpa ada ikatan dengan pihak lain. Menurut Bapak Erwin, komunitas yang banyak diminati di Kapuas adalah komunitas motor. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas