Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Konsep Diri Dalam Islam

Bapak Erwin Fahlephi sedang menyampaikan materi
Dalam kegiatan mabit yang dilaksanakan pada hari Jum'at, 19 Agustus 2016 di Masjid Al-Ihsan, Bapak Erwin Fahlephi menyampaikan materi Konsep Diri Dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa manusia terlahir ingin bebas. Dalam anarkisme, mereka ingin agar tidak ada aturan. Padahal manusia tidak bisa hidup tanpa aturan.

Beliau menceritakan pengalaman beliau dalam melakukan penelitian terhadap komunitas "punk" di Kota Malang saat menempuh pendidikan. Komunitas ini memiliki pesan-pesan yang mereka sampaikan dalam tata rambut, pakaian dan asesoris yang mereka kenakan. Mereka juga ingin menikmati musik tanpa ada ikatan dengan pihak lain. Menurut Bapak Erwin, komunitas yang banyak diminati di Kapuas adalah komunitas motor. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"