Dari Potongan Amplop Lama ke Harta Karun Digital: Menemukan Kembali “Endless Bliss” dari Turki

Gambar
  Senin, 16 Februari 2026, saya mengalami momen kecil yang terasa seperti “kejutan dari masa lalu”. Saat sedang membuka-buka email, istri saya datang membawa sepotong amplop lama. Di potongan amplop itu masih ada perangko dan—yang paling penting—alamat pengirimnya. Katanya, amplop itu ditemukan ketika beliau sedang membongkar barang-barang lama untuk dibereskan. Ternyata, potongan amplop itu berasal dari IHLAS VAKFI (sering juga ditulis Ihlas Vakfi ), dengan alamat: Darussefaka Ca. No: 57 P.K. 35, 34262-Fatih/ISTANBUL TEL: 0.212.523 45 56, TURKEY Saya langsung penasaran: ini alamat siapa, dan dulu saya pernah menerima apa dari sana? “Ini perusahaan alat rumah tangga?”—Ternyata bukan Karena penasaran, saya mencoba mencari alamat tersebut lewat Copilot. Jawaban awalnya cukup mengejutkan: Copilot menyebut alamat itu sebagai perusahaan yang bergerak di produksi dan distribusi peralatan rumah tangga. Tapi saya merasa ada yang tidak cocok. Lalu saya jelaskan bahwa alamat terse...

Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti, Program SMA Rujukan Tahun 2016

Peserta Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti
Pada hari Kamis, 15 September 2016 bertempat di aula SMA Negeri 2 Kuala Kapuas diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Penumbuhan Budi Pekerti, Program SMA Rujukan Tahun 2016. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan siswa dari SMAN 1 Kuala Kapuas, SMAN 2 Kuala Kapuas dan SMAN 3 Kuala Kapuas. Adapun pemateri kegiatan ini diantaranya H. S. Nasution, SE, MPd (Pengawas), dr. Taurina Marginata (Puskesmas Melati) dan Jum'atil Fajar.

Dalam materi penumbuhan budi pekerti sebagai masyarakat, pemateri menyampaikan beberapa cerita para nabi. Dalam kisah kakak Musa, para siswa diharapkan bisa menjadi pribadi yang proaktif, tidak perlu mendapatkan perintah yang detil, mereka bisa melakukan inovasi sesuai dengan yang diperlukan.

Dalam kisah Musa, para siswa diajak untuk sensitif terhadap orang yang memerlukan bantuan. Selain itu para siswa juga diajak untuk meniru cara pergaulan yang dicontohkan oleh Musa dan dua anak perempuan Syu'aib, dimana mereka kalau berbicara seperlunya. Mereka lebih mengutamakan hubungan yang legal (suami istri).

Dalam kisah Yusuf, para siswa diajarkan untuk tidak mengkhianati kebaikan yang sudah diberikan oleh orang tua, oleh guru atau orang yang sudah berjasa kepada kita dengan jalan tidak melakukan hubungan seks diluar nikah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas