Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tantangan Pemandu Lokal 2016 (#LocalGuides)

02-ready-to-explore-social.png
Mulai tanggal 4 - 28 Oktober 2016, Google menantang para pemandu lokal (local guides) untuk memperbanyak unggahan foto dan membuat ulasan untuk berbagai tempat di kotanya masing-masing. 5 kota yang memiliki poin terbanyak dari foto dan ulasan yang berkualitas akan diundang dalam acara yang diselenggarakan di ibukota negara masing-masing. 

Setiap pemandu lokal secara otomatis diikutkan dalam tantangan ini. Kota yang menang ditentukan dari persentase pemandu lokal yang terlibat dalam kegiatan ini. Kontributor individual juga akan mendapat hadiah eksklusif dari Google. Untuk informasi lebih lanjut bisa baca di Local Guides Challenge 2016.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"