The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Antri di jalur Sei Hanyu-Puruk Cahu

Pada hari Senin, 28 November 2016 saat akan menuju ke PT. Dwie Warna Karya kami terhenti di jalan antara Jembatan Sei Hanyu dan perusahaan. Hal ini terjadi karena ada kendaraan yang tidak bisa melewati jalan yang rusak sehingga menghambat jalan. Kami menunggu bantuan untuk menarik kendaraan yang menghambat jalan tersebut.

Sambil menunggu alat berat (TLB) memperbaiki jalan, kami menyaksikan para pengguna sepeda motor berjuang melewati jalan tersebut. Yang membuat kami kagum adalah ada beberapa pasangan suami istri melewati jalan yang rusak tersebut dengan anak mereka yang masih kecil. Sang suami berusaha membawa motor melewati medan yang berat tersebut. Setelah itu dia turun dari motornya dan menjemput anaknya yang masih diseberang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas