Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Jangan terlalu percaya dengan Google Translate, mari bantu perbaiki

Google translate dari Arab ke Inggris

Ketika memakai fasilitas Google Translate pada situs berbahasa Arab, admin agak kaget melihat terjemahan dari bahasa Arab tersebut. Kita lihat contoh diatas, khususnya pada baris kedua.

Kata bahasa Arab "Intanshurullah yanshurkum" (jika kamu menolong Allah, maka Allah akan menolongmu) diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "Gods helps you adopt Christianity" (Allah menolong kamu untuk menerima agama Kristen).

Mari kita bantu untuk memperbaikinya. Kalau tidak mau repot-repot ya pakai kamus yang standar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan