Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Multaqo Murabbi

Multaqo murabbi
Pada hari Jum'at, 16 Desember 2016 bertempat di Kelompok Belajar Islam Terpadu (KBIT) Al-Amin Kapuas dilaksanakan kegiatan Multaqo Murabbi. Kegiatan ini diikuti oleh anggota yayasan yang menjadi "murabbi" bagi anggota yang lain. 

Dalam taujih pengantarnya pembina yayasan, Zulfiqar Aly Akbar, menyampaikan tujuan dari tarbiyah. Dalam tarbiyah diharapkan anggotanya betul-betul melaksanakan Islam dengan baik.  Selain itu diharapkan bahwa anggota tarbiyah dapat menjalankan fungsi kekhalifahan, mewujudkan kesejahteraan. Anggota diharapkan menjalankan kewajiban ta'aruf dengan kaum Muslimin. Kita bekerja untuk meraih kekuasaan yang dijalankan sesuai dengan syariat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"