Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Pelayanan pasien jiwa di Terusan Tengah

Foto bersama Bupati Kapuas, Ketua PMI, Sekretaris Dinkes dan Kepala Puskesmas Terusan Tengah (paling kanan) (Courtesy of Sri Handayani)
Pada hari Selasa, 14 Desember 2016 bertempat di Desa Terusan Raya dilaksanakan kegiatan pelayanan bagi pasien gangguan jiwa, sunatan massal, pemasangan implant dan peresmian rumah tunggu kelahiran. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas, IDI Cabang Kapuas, PPNI serta tuan rumah, Puskesmas Terusan Tengah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT (Bupati Kapuas), Ary Egahni Ben Bahat, SH (Ketua PMI Kabupaten Kapuas), Rahmadi Muan (Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas), Apendi, SKM, MM (Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas), dr. Safira Amira Tjandrasari, Sp.KJ (IDI Cabang Kapuas) bersama rombongan.

Kunjungan ini sebenarnya menjawab permintaan dari Kepala Desa Terusan Raya yang melaporkan bahwa mereka memiliki beberapa pasien gangguan jiwa, kepada ketua PMI Kabupaten Kapuas, Ary Egahni Ben Bahat, SH. Untuk efisiensi biaya, kegiatan ini didanai dari berbagai sumber.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"