Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Tidak memarahi anak yang bermain di masjid

Peserta ibu-ibu
Pada hari Senin, 12 Desember 2016 bertempat di Mushola Al Hikmah, Desa Palingkau Jaya (Palingkau SP1), Kecamatan Kapuas Murung, dilaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan penceramah menjelaskan bahwa Rasulullah sudah memerintahkan kita untuk mengajarkan anak shalat sejak umur 7 tahun dan memukulnya bila umur 10 tahun tidak shalat. Jadi kita mengajak anak untuk shalat sebanyak 5.475 kali dalam tiga tahun tersebut.
Peserta bapak-bapak
Rasulullah membuat asosialisi positif bagi anak-anak yang shalat berjama'ah di masjid berupa usapan di pipi, usapan di kening sebagai bentuk kasih sayang. Selain itu beliau juga mendo'akan anak-anak yang membantu menyiapkan wudhu' beliau. Bahkan Rasulullah mengizinkan Abdullah bin Abbas untuk shalat malam bersama dengan beliau di rumahnya.

Penceramah juga mengajak kepada pada orang tua untuk tidak cepat memarahi anak yang suka bermain di masjid dengan mencontohkan bagaimana Rasulullah membiarkan Hasan dan Husain bermain di punggungnya ketika beliau sedang mengimami shalat. Kemudian bagaimana Rasulullah bersikap baik kepada orang Badui yang kencing di masjid. Anak-anak kita kan tidak kencing di masjid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas