DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Surat al-Baqarah ayat 12-14

Oleh: Nouman Ali Khan

{أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ} [البقرة : 12]

( 12 )   Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Q.S. Al Baqarah, 2: 11-12)

Kata "ala" bertujuan untuk menarik perhatian dari kaum Muslimin agar mereka memperhatikan apa yang akan disampaikan. Tidak boleh ada negosiasi dalam masalah kebenaran. Ini bukan bentuk yang biasa dalam pembicaraan. Kata "inna" adalah penekanan bahwa tidak ada yang perlu diragukan. Jadi ada dua kali penekanan. Penggunaan "inahum humul mufsidun" menunjukkan mereka dipakai dua kali. Bagian akhir dari kalimat biasanya tidak ada "al". Dalam kalimat ini digunakan "almufsidun". Jadi dalam kalimat ini ada empat kali penekanan.

Allah memilih bahasa Arab, kita bisa mengkomunikasi emosi. Dalam bahasa Inggris, kita tidak bisa mengetahui emosi dalam tulisan. Tulisan bisa membingungkan, karena tergantung bagaima suasana hati ketika menulisnya. Bahasa Arab, bukan hanya makna, emosinya juga bisa ditangkap dalam kalimat tersebut. Itulah sebabnya penghapal Qur'an mengerti apa yang mereka baca. Harusnya beda antara membaca masalah neraka dengan bicara masalah bunga, dan lain-lain.

Perbedaan antara "fasid" dan "mufsid". Fasid adalah orang yang melakukan kerusakan. Mufsid adalah yang melakukan kerusakan dan menyebarkan kerusakan tersebut.

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ} [البقرة : 13]

Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (Q.S. al-Baqarah, 2: 13)

Kalimat "dikatakan kepada mereka", menggunakan bentuk pasif. Dalam bentuk ini, orang yang mengucapkannya tidak diketahui. Jadi temannya memberitahukannya dalam kesendirian. Teman yang memberitahukan itu menganjurkan agar dia beriman sebagaimana iman yang dimliki oleh "an-naas" (orang-orang lain). Dia tidak menganjurkan dia untuk menjadi orang-orang yang hebat seperti Abu Bakar, Umar, dan lain-lain. Jadi apa yang dia lakukan saat ini, bahkan tidak seperti orang-orang biasa. Ada juga yang mengartikan "an-naas" tersebut dengan afiliasi, karena orang-orang Yahudi Madinah merujuk pada Abdullah bin Ubai. Jadi ayat ini menggambarkan bahwa orang-orang munafik berada dalam lingkungan orang-orang baik yang bisa memberi peringatan kepada mereka.

Orang-orang munafik menganggap pengorbanan yang dilakukan oleh orang-orang Muhajirin dengan meninggalkan seluruh harta mereka dan hanya membawa keimanan saja ke Madinah sebagai tindakan yang bodoh. Ayat ini berlaku juga untuk kita. Sebagai Muslim kita diharapkan juga melakukan pengorbanan. Sebagai Muslim, kita diharapkan untuk menahan pandangan yang tadinya biasa kita lihat, mungkin akan kehilangan pekerjaan karena membela agama; kadang-kadang karena sikap kita yang demikian, kita dianggap ekstrim. Komentar ini bisa kita dapatkan dari siapa saja di sekeliling kita.

Allah menyebut mereka bodoh karena:

  • mengucapkan apa yang ada diujung lidah
  • menolak berpikir
  • tidak mau melakukan refleksi (tidak menggunakan pikiran)
  • menolak berbagai pengertian
  • cepat melakukan dosa
  • tidak menghormati diri sendiri
  • tertipu oleh syetan
  • senantiasa melakukan yang buruk
  • tidak pernah bersyukur
  • tidak peduli dengan apa yang telah, sedang dan akan terjadi
Rasulullah - selama bertahun-tahun manusia akan berada dalam ketertipuan; pembohong akan dipercaya; orang yang mengatakan kebenaran akan disebut sebagai pembohong; orang yang tidak bisa dipercaya akan dipercaya; orang yang dipercaya dianggap sebagai orang yang tidak bisa dipercaya; kelompok yang disebut "ruwaibidho" akan melakukan berbagai macam hal tersebut; para sahabat bertanya apa ruwaibidho itu? Rasulullah menjawab: ketika orang bodoh membicarakan urusan masyarakat umum. (H.R. Imam Ahmad)

{وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ} [البقرة : 14]


 Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok". (Q.S. al-Baqarah, 2: 14)

Baru saja mereka mengatakan bahwa mereka tidak mau beriman seperti orang-orang bodoh, sekarang mereka justru ingin disebut sama dengan mereka. Gambaran tentang orang Munafik, Allah sampaikan dalam ayat:

{۞ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ} [المنافقون : 4]

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran) (Q.S. Al Munafiqun, 63: 4)

Mengapa Allah menekankan pada tubuh, karena hati mereka sudah mati. Ada juga yang mengartikan penampilan fisik mereka sangat baik. Ada yang mengartikan bahwa baju mereka selalu baru. Penampilan seperti Qarun yang membuat orang ta'jub. Mereka diumpamakan sebagai "khusyubun musannadah" (kayu yang tersandar). "Musannadah artinya sesuatu yang tersusun secara rapi seperti pagar yang tersusun rapi yang disangga oleh kayu yang melintang dibelakangnya. Bayangkan kalau pagar tersusun rapi, tapi tidak ada kayu penyangganya. Kalau ada angin, dia akan langsung roboh. Inilah yang disebut sebagai "khusyubun musannadah". "khusyu" digunakan untuk kayu yang tujuannya hanya untuk dibakar. Allah memberi perumpamaan untuk mereka seperti kayu yang tujuannya hanya untuk dibakar. Disanalah akhir keberadaan mereka yaitu di neraka. 

Kata "Khalaw" dari kata "khalwa" yang artinya menyendiri. Katanya "khalaw" biasanya disambing dengan "bihi", tapi dalam ayat ini disambung dengan "ila" yang artinya dia menyendiri dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dari dirinya. Mereka menjadi setan sebagai sesuatu yang lebih tinggi dari mereka. Setan ini bukan "devil" tapi para pemimpin mereka. Setan bisa masuk dalam hati manusia. Bila manusia membiarkannya menguasai dirinya, maka dia menjadi setan. 

Dalam bahasa Arab, setan berasal dari kata

  1. Syatho, yasyithu - terbakar ketika marah - jadi ketika orang-orang munafik mengatakan mereka beriman dikalangan orang-orang Muslim, maka pemimpin mereka marah. Maka ketika mereka menghadap pemimpin mereka, mereka berusaha menenangkan mereka. Bisa juga berarti bahwa mereka berasal dari api.
  2. Syathona - orang yang menarik tali secara perlahan; 

Sampai Day 6 - 35:00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"