Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Surat al-Baqarah ayat 17-18

Oleh: Nouman Ali Khan


مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّـهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَّا يُبْصِرُونَ ﴿١٧ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ ﴿١٨

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar) (Q.S. al-Baqarah, 2: 17-18)

Ini adalah perumpamaan yang Allah berikan dalam surat al-Baqarah. Guna perumpamaan dalam Qur'an adalah:
  • untuk mempermudah pengertian
  • untuk memudahkan penggambaran berbagai poin yang ingin disampaikan
Yang dimaksud dengan "mereka" adalah orang-orang yang ada di ayat ke-16 yaitu orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Allah ingin membuat perumpamaan tentang mereka. Dalam bahasa Arab sebenarnya kita bisa saja mengatakan "matsaluhum alladz istawqadanaara", tapi Qur'an menggunakan tambahan "matsal".ditambahkan "ka". Ini menunjukkan bahwa gambaran yang diberikan adalah satu bagian kecil dari gambaran yang besar tentang orang-orang yang demikian.Orang Arab menggunakan kata "matsal" untuk situasi yang sangat aneh. Untuk hal-hal yang biasa mereka menggunakan kata "kal". 

Ada orang yang melakukan perjalanan di tengah padang pasir diwaktu malam. Dia tersesat. Kalau inqadanaara artinya menyalakan api. Tapi kalau istauqadanaara  artinya dia berusaha untuk menyalakan api. Kata adho at maa haulahu menggambarkan bahwa api tersebut menyala dengan terangnya. dha'a berasal dari kata dhou' yang artinya cahaya. Beda antara dhou' dan nuur. Dhou' memiliki panas, sedangkan nuur tidak memiliki panas dan bisa dipantulkan. 

Allah menyingkirkan cahaya mereka. Siapa "mereka" padahal bagian ayat sebelumnya menggambarkan satu orang. Kita mundur ke belakang: ada orang yang menyalakan api ditengah padang pasir. Ternyata orang yang mendapatkan manfaat dari cahaya tersebut sangat banyak. Ada orang-orang tersesat yang tidak mengetahui jalan, mereka perlu cahaya. Ketika mereka melihat cahaya yang terang benderang tersebut, Allah memadamkan cahaya tersebut. Dalam ayat ini Allah menggunakan "nuur" bukan "dhiya". Mereka tidak melihat secara langsung cahaya tersebut tersebut, seperti cahaya yang keluar dari stadion yang dilihat dari jauh. 

Dalam ayat zahaballah binuurihim, kita bisa mengucapkannya dalam bahasa Arab dengan azhaballhu nuurahum. Artinya Allah mencabut cahaya mereka. Pencabutan tersebut tidak permanen sebab besok dia bisa mendapatkan cahaya lagi. Allah menggunakan "bi", ini menunjukkan bahwa cahaya tersebut akan pergi selama-lamanya. Zhulumaat menggambarkan kegelapan yang berlapis-lapis. 

Orang yang tidak bisa melihat, biasanya telinga akan makin tajam. Tapi ayat ini justru mengatakan bahwa mereka "tuli". Bisu artinya mereka tidak dapat bicara. Tidak dapat bicara bisa berarti tidak ada orang yang diajak bicara. Karena jauhnya dia dengan orang lain sehingga sulit untuk didengar. Buta bisa karena tidak ada cahaya dari luar. Buta juga bisa karena cahaya di mata yang dihilangkan. Allah menggunakan nuurihim, artinya itu adalah cahaya mereka. 

Rasulullah bersabda: اِنَّمَا مَثَلِى وَ مَثَلُ اُمَّتِى كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا 
Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan ummatku, adalah seperti orang yang menyalakan api ... (H.R. Muslim)

Komentar

  1. Balasan
    1. Untuk rujukan rekamannya: https://muslimcentral.com/nouman-ali-khan-ramadan-2016-surat-al-baqarah-day-7/

      Untuk rujukan yang digunakan oleh Ustadz Nouman Ali Khan merupakan rangkuman dari berbagai tafsir. Kalau berminat bisa langganan https://bayyinahtv.com/

      Hapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)