Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Surat Al Baqarah ayat 19-20

Oleh: Nouman Ali Khan

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. (Q.S. Al Baqarah, 2: 19)

Shayyib – hujan yang sangat deras. Minassama – mengapa disebutkan dari langit, padahal hujan kan dari langit. Ini menggambarkan dekatnya sumber hujan tersebut. Dia berada dalam kegelapan yang berlapis-lapis.

Ujung jari dalam bahasa Arab disebut anamil. Kalau kita ingin menutup telinga dengan jari, kita akan mengatakan yaj’alu anamilahum fi adzanihim. Tapi Allah menggunakan kata ashobi’ahum – seluruh jari mereka. Jadi saking takutnya, dia menggunakan seluruh jarinya, bukan Cuma ujungnya. Shawa’iq adalah kita menyentuh bumi kemudian mengeluarkan suara „bum“ (ledakan).

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al Baqarah, 2: 20)

Dibagian kedua, Allah menggunakan kata adho untuk kita. Kita ingat bahwa kata ini tidak hanya menunjukkan sinar, tapi juga menunjukkan bahwa dia mengandung panas. Artinya kilat tersebut menghantam bumi di dekat mereka.

Sebenarnya mereka hampir sama dengan kondisi sebelumnya, tuli, bisu dan buta. Namun kondisinya lebih baik sedikit.

Golongan pertama adalah orang kafir yang keras kepala, pendengaran, pembicaraan dan penglihatan mereka dihilangkan.

Golongan kedua adalah orang yang ketika melihat cahaya jalan, ketika gelap, diam. Peringatan itu diumpamakan dengan guntur dan kilat. Ini juga gambaran munafik yang kalau ada yang menyenangkan dalam Islam, mereka terlibat. Kalau ada yang sulit, mereka pergi.

Seorang peneliti di Georgetown University menemukan mu’jizat dalam struktur dan komposisi Qur’an, kemudian masuk Islam dan menjadi guru besar bahasa Arab di Kuwait University.

Simetri diawal ayat:
·         2 – 5 tentang petunjuk
·         3 – 4 tentang keimanan



1 – KAFIR (6-7)
6 – PERUMPAMAAN (16-20)
·         Peringatan tidak bermanfaat
·         Tidak beriman
·         Hati dikunci
·         Pendengaran dikunci
·         Mata ditutup
·         Hukuman yang berat
·         Pembelian
·         Tidak pernah komitmen
·         Buta hati
·         Jari-jari di telinga, guntur
·         Penglihatan diambil, kilat membutakan
·         Ditinggalkan dalam kegelapan
2 – MUNAFIK (8-10)
5 – MUNAFIK (14-15)
·         Mengatakan mereka beriman
·         Sebenarnya tidak beriman
·         Gagal untuk menipu
·         Penyakit dalam hati diperluas
·         Mereka berdusta
·         Mengatakan mereka beriman
·         Kebenaran terungkap
·         Gagal untuk mengejek
·         Hati buta diperluas
·         “Kami hanya bercanda”
3 – DIKONFRONTASI (11-12)
4 – DIKONFRONTASI (13)
·         Dikatakan kepada mereka
·         Jangan berbuat kerusakan
·         “Kami berbuat kebaikan”
·         Kalian lebih tahu
·         Pembuat kerusakan sebenarnya
·         Mereka tidak menyadarinya
·         Dikatakan kepada mereka
·         Berimanlah seperti yang lain
·         “Seperti orang-orang bodoh itu?”
·         Kamu lebih tahu
·         Mereka yang sebenarnya bodoh
·         Mereka tidak mengetahuinya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas