Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

5 kebenaran tentang mata anda



Image: BigStock
Mitos: Melakukan olahraga mata akan menunda pemakaian kaca mata
Fakta: Olahraga mata tidak memperbaiki atau memelihara penglihatan atau mengurangi keperluan terhadap kaca mata. Penglihatan anda bergantung pada berbagai faktor, meliputi bentuk dari bota mata anda dan kesehatan dari jaringan mata, tidak satupun yang dapat diubah dengan olahraga mata.

Mitos: Membaca pada cahaya yang redup akan memperburuk penglihatan anda
Fakta: Pencahayaan yang redup tidak akan merusak penglihatan anda. Meskipun demikian, hal itu akan membuat mata anda lelah lebih cepat. Cara terbaik untuk menempatkan cahaya baca adalah dengan mengupayakan cahayanya langsung ke halaman, tidak diatas bahu anda. Lampu meja dengan bayangan buram yang diarahkan langsung ke bahan bacaan merupakan yang ideal. 

Mitos: Wortel adalah makanan terbaik untuk mata
Fakta: Wortel, yang mengandung vitamin A, baik untuk mata. Tetapi buah-buah segar dan sayuran dengan daun hijau gelap, yang mengandung lebih banyak vitamin antioksidan seperti vitamin C dan E, bahkan lebih baik. Antioksidan dapat membantu melindungi mata terhadap katarak dan degenerasi makula terkait usia. Jangan mengharapkan makanan dapat mencegah atau memperbaiki masalah penglihatan dasar seperti rabun dekat atau rabun jauh. 

Mitos: Yang terbaik adalah tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak sepanjang waktu. Tidak menggunakannya akan memungkinkan mata anda untuk beristirahat. 
Fakta: Jika anda perlu kacamata atau lensa kontak untuk jarak atau membaca, gunakan mereka. Tidak memakai kacamata akan menegangkan mata anda dan akan membuat mereka lelah daripada mengistirahatkannya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak akan memperburuk penglihatan anda  atau membuatnya mengalami penyakit mata.

Mitos: Memandang layar komputer sepanjang hari buruk bagi mata
Fakta:  Menggunakan komputer tidak merusak mata anda. Meskipun demikian, memandang layar komputer sepanjang hari dapat berkontribusi pada ketegangan mata atau mata lelah. Orang yang memandang layar komputer untuk waktu yang cukup panjang cenderung untuk tidak berkedip seperti biasa, yang dapat menyebabkan mata terasa kering dan tidak nyaman. Untuk membantu mencegah ketegangan mata, sesuaikan pencahayaan sehingga tidak menyebabkan silau atau refleksi yang keras pada layar, istirahatkan mata anda sebentar setiap 20 menit, dan berkediplah secara teratur sehingga mata anda tetap dilumasi dengan baik. 

Sumber: HEALTHbeat 15 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan