Usaha Mencari Peta Virtual Background: Saat GIS Kalteng “Diuji” dengan Google Maps

Gambar
Perbandingan tampilan Sei Pinang di dua platform: citra satelit pada Google Maps (kiri) dan Peta GIS Kalteng (kanan) relatif sama-sama belum detail. Perbedaannya, Google Maps menampilkan lebih banyak titik lokasi/nama tempat (POI) yang ditambahkan komunitas seperti Local Guides, sehingga orientasi lokasi terasa lebih mudah. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 , saya mencoba mencari peta Kalimantan Tengah yang menarik untuk dijadikan virtual background saat rapat daring menggunakan Jitsi Meet . Saya lalu meminta bantuan Copilot (AI milik Microsoft). Copilot kemudian merekomendasikan sebuah situs pemetaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: Peta GIS Kalteng ( https://peta.simtaru.kalteng.go.id/ ). Awalnya saya cukup terkesan. Ketika saya mengarahkan peta ke wilayah Kuala Kapuas , tampilannya terlihat rapi dan informatif. Dari situ muncul rasa penasaran: kalau di ibu kota kabupaten terlihat lumayan detail, apakah wilayah yang lebih jauh seperti Sei Pinang (ibu kota Kecamatan Se...

Buku "Benarkah Persepsi Sehat Anda" - dr. Meldy Muzada Elfa, Sp.PD

Saat akan memasuki mobil, admin dipanggil oleh dr. Meldy, beliau ada hadiah. Rupanya buku diatas. Saat membaca buku ini, ada judul yang menarik yaitu tentang masalah masuk angin. Beliau membahas masalah ini dengan cukup mendalam dari sudut pandang seorang ahli penyakit dalam. Menarik sekali pembahasan beliau. Judul lain yang menarik perhatian admin adalah tentang jumlah air yang sebaiknya kita minum dalam waktu satu hari.

Buku ini masih dicetak dalam jumlah terbatas (200 eksemplar). Mengingat buku ini adalah kumpulan tulisan beliau di Kompasiana, bagi yang berminat untuk membaca tulisan-tulisan beliau dapat meng-klik tautan dibawah ini :

Masuk Angin
Berapa sebenarnya kebutuhan air kita? Haruskah 2 liter sehari?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas