Menghargai Kekayaan Alam yang Sering Kita Lupakan

Gambar
Semak-semak di Jalan Jendral Sudirman, Kuala Kapuas Di tengah upaya kota-kota besar di seluruh dunia untuk menghijaukan kembali ruang-ruang mereka, kita yang hidup di tempat-tempat kaya akan alam seperti Kalimantan sering kali lupa bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang begitu berharga. Ketika kita melihat vegetasi liar dan keanekaragaman tumbuhan di sekitar kita, mungkin terlintas keinginan untuk “merapikan” atau mengubahnya menjadi lebih teratur. Namun, justru di sinilah letak keistimewaan yang sering dirindukan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar. Di kota besar, orang-orang berjuang untuk menanam pohon dan mengembalikan sedikit nuansa hijau yang hilang. Sementara di Kalimantan, kita sudah dikelilingi oleh kekayaan alam ini setiap hari. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa melihat ini sebagai aset yang harus dijaga, bukan dihilangkan. Dengan menyadari bahwa setiap semak dan pohon liar adalah bagian dari ekosistem yang seimbang, kita bisa belajar untuk lebih meng...

Buku "Benarkah Persepsi Sehat Anda" - dr. Meldy Muzada Elfa, Sp.PD

Saat akan memasuki mobil, admin dipanggil oleh dr. Meldy, beliau ada hadiah. Rupanya buku diatas. Saat membaca buku ini, ada judul yang menarik yaitu tentang masalah masuk angin. Beliau membahas masalah ini dengan cukup mendalam dari sudut pandang seorang ahli penyakit dalam. Menarik sekali pembahasan beliau. Judul lain yang menarik perhatian admin adalah tentang jumlah air yang sebaiknya kita minum dalam waktu satu hari.

Buku ini masih dicetak dalam jumlah terbatas (200 eksemplar). Mengingat buku ini adalah kumpulan tulisan beliau di Kompasiana, bagi yang berminat untuk membaca tulisan-tulisan beliau dapat meng-klik tautan dibawah ini :

Masuk Angin
Berapa sebenarnya kebutuhan air kita? Haruskah 2 liter sehari?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas