Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Rumah Cinta Al-Qur'an

Selesai shalat Zuhur di Masjid Tajuddin, Selat Hulu, (2 April 2017) admin mampir ke Rumah Cinta Al-Qur'an (Jl. Cilik Riwut di Gg. Seberang Jalan Mahakam). Rumah ini adalah Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang dikelola oleh Ibu Ani Muslimah beserta dengan keluarganya (4 orang). Para santrinya berjumlah sekitar 80 orang. Masing-masing anak dikenakan biaya pendidikan sebesar Rp 15.000 per orang per bulan. Mereka menjalani pendidikan Qur'an mulai dari ba'da Zuhur sampai waktu Ashar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas