Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rumah Cinta Al-Qur'an

Selesai shalat Zuhur di Masjid Tajuddin, Selat Hulu, (2 April 2017) admin mampir ke Rumah Cinta Al-Qur'an (Jl. Cilik Riwut di Gg. Seberang Jalan Mahakam). Rumah ini adalah Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang dikelola oleh Ibu Ani Muslimah beserta dengan keluarganya (4 orang). Para santrinya berjumlah sekitar 80 orang. Masing-masing anak dikenakan biaya pendidikan sebesar Rp 15.000 per orang per bulan. Mereka menjalani pendidikan Qur'an mulai dari ba'da Zuhur sampai waktu Ashar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"