Menanam Harapan di Tanah Kapuas: Desain Regeneratif untuk Masa Depan yang Melimpah

Gambar
  Bayangkan Anda memegang sebutir benih di tangan. Terlihat kecil, bahkan mungkin tidak berarti. Namun, begitu benih itu menyentuh tanah Kapuas kita yang subur, Anda tidak hanya menanam sebatang pohon di masa depan. Anda sedang menggerakkan sebuah sistem kehidupan yang utuh. Air mulai berkumpul, jamur di bawah tanah tersadar, dan mikroba memulai tugasnya. Akar mencengkeram tanah, menyaring air, sementara daun yang muncul menyerap karbon dari udara, menaungi bumi, dan memperlambat aliran air hujan. Serangga datang, burung mengikuti, dan satwa liar lainnya menemukan makanan serta tempat berlindung. Tanpa kita sadari, kita menuai hasilnya: udara yang lebih bersih, tanah yang lebih subur, iklim yang lebih stabil, dan ikatan yang lebih dalam dengan tempat yang kita sebut rumah. Inilah gagasan utama yang disampaikan oleh Sierra Bainbridge, seorang arsitek lanskap dari MASS Design Group. Ia mengajak kita untuk melihat desain dan pembangunan bukan sekadar sebagai cara mendirikan bangunan, ...

Rumah Cinta Al-Qur'an

Selesai shalat Zuhur di Masjid Tajuddin, Selat Hulu, (2 April 2017) admin mampir ke Rumah Cinta Al-Qur'an (Jl. Cilik Riwut di Gg. Seberang Jalan Mahakam). Rumah ini adalah Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang dikelola oleh Ibu Ani Muslimah beserta dengan keluarganya (4 orang). Para santrinya berjumlah sekitar 80 orang. Masing-masing anak dikenakan biaya pendidikan sebesar Rp 15.000 per orang per bulan. Mereka menjalani pendidikan Qur'an mulai dari ba'da Zuhur sampai waktu Ashar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas