BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Ummi shalat berjama'ah di langgar

Ummi berangkat shalat Subuh
Sejak menjelang Ramadhan tahun ini (1438 H / 2017 M) Ummi sudah shalat berjama'ah di masjid. Waktu ditanyakan kepada Ummi mengapa melakukannya, beliau tidak memberikan jawaban yang khusus. Wanita shalat di masjid / langgar / mushola bukanlah sesuatu hal yang luar biasa karena ada hadits dari Aisyah yang berbunyi:

Mereka wanita wanita Mukminah menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berselimut dengan kain kain mereka. Kemudian para wanita itu kembali ke rumah rumah mereka hingga mereka (selesai) menunaikan shalat tanpa ada seorangpun yang mengenali mereka karena masih gelap.” (HR. Bukhari 578)

Apalagi hadits yang mengatakan keutamaan shalat berjama'ah tidak berlaku bagi wanita bila ia shalat sendirian di rumah. Sekarang kita terkesan membatasi kunjungan wanita ke masjid / langgar / mushola dengan alasan khawatir terhadap fitnahnya. Tapi kita lihat wanita akhirnya lebih banyak pergi ke pasar, pergi kerja ke kantor dengan apa yang dikhawatirkan (memakai mewangian, ikhtilat, dll).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)