Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Ummi shalat berjama'ah di langgar

Ummi berangkat shalat Subuh
Sejak menjelang Ramadhan tahun ini (1438 H / 2017 M) Ummi sudah shalat berjama'ah di masjid. Waktu ditanyakan kepada Ummi mengapa melakukannya, beliau tidak memberikan jawaban yang khusus. Wanita shalat di masjid / langgar / mushola bukanlah sesuatu hal yang luar biasa karena ada hadits dari Aisyah yang berbunyi:

Mereka wanita wanita Mukminah menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berselimut dengan kain kain mereka. Kemudian para wanita itu kembali ke rumah rumah mereka hingga mereka (selesai) menunaikan shalat tanpa ada seorangpun yang mengenali mereka karena masih gelap.” (HR. Bukhari 578)

Apalagi hadits yang mengatakan keutamaan shalat berjama'ah tidak berlaku bagi wanita bila ia shalat sendirian di rumah. Sekarang kita terkesan membatasi kunjungan wanita ke masjid / langgar / mushola dengan alasan khawatir terhadap fitnahnya. Tapi kita lihat wanita akhirnya lebih banyak pergi ke pasar, pergi kerja ke kantor dengan apa yang dikhawatirkan (memakai mewangian, ikhtilat, dll).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)