Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

14 tahun menyertai Pak Ramli tadarus di Langgar Al-Inayah

Pak Ramli sedang membaca Qur'an saat tadarus
Sejak tahun 2003 admin sudah mengikuti tadarus di Langgar Al-Inayah. Kegiatan tadarus dipimpin oleh Bapak Ramli sebagai "kaum" dari langgar tersebut. Peserta tadarus adalah para jama'ah shalat tarawih malam itu. Pada malam-malam awal tadarusnya banyak pesertanya. Tapi seiring berjalannya waktu, jumlah peserta tadarus makin berkurang.

Banyak pelajaran yang admin ambil dalam mendampingi beliau sebagai pembimbing bacaan Qur'an saat tadarus. Bila ada bacaan yang salah, beliau akan koreksi. Tapi bila peserta ini masih terbata-bata, beliau sama sekali tidak memberikan koreksi. Mungkin beliau ingin melatih orang ini agar sering-sering baca Qur'an, sehingga makin lama makin lancar.

Beliau yang mengingatkan kapan bacaan tersebut berakhir dengan 'ain. Terkadang bacaan menggunakan halaman Qur'an yang bukan Utsmani, kadang merujuk pada 'ain.

Beliau juga memperkenalkan "Sujud Sajadah" ketika kita membaca ayat-ayat sajadah. Beliau mengajarkan bacaannya dan memberikan contoh bagaimana melakukannya.

Bagi yang sudah lancar membaca Qur'an, beliau tinggal mengingatkan masalah tajwidnya saja. Kadang-kadang mengingatkan masalah waqaf (tempat berhenti). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas