BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Langgar sepi karena ada yang shalat hajat di rumah

Langgar yang kosong karena jama'ahnya sedang shalat hajat di tempat lain
Sejak bertugas di Mantangai dulu (1996-2000), admin sering diundang untuk mengikuti shalat hajat. Shalat ini didahului oleh shalat Maghrib secara berjama'ah, setelah itu dilanjutkan dengan shalat hajat. Setelah itu dilanjutkan dengan wirid Qur'an dan shalawat sampai Isya. Setelah shalat Isya biasanya ada makan malam. Shalat hajat ini biasanya diselenggarakan di rumah orang yang mau menunaikan ibadah haji.

Masalahnya adalah ketika shalat hajat itu dilaksanakan di rumah, langgar atau masjid yang ada di dekat rumah tersebut akan sepi atau bahkan tidak ada jama'ahnya. Ada solusi yang ditawarkan oleh salah satu jama'ah masjid Baitul Muttaqin, yaitu menyelenggarakan shalat hajat di masjid sehingga masjidnya tambah ramai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)