BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Mensyukuri nikmat Allah – dr. Fitri Ningrum Intani



Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. An Nahl, 16: 18)

Bersyukur tidak hanya dengan hati, tapi juga dengan lisan dan perilaku. Dengan hati kita menyadari nikmat Allah. Dengan lisan kita mengucapkan Alhamdulillah. Hanya dengan lafaz Alhamdulillah, kita sudah bisa meraih banyak pahala. Perilaku syukur adalah dengan melakukan kebaikan.

Sering kita mengartikan nikmat itu dengan materi.

Syukur itu selain kewajiban, dia juga merupakan ibadah.

Mari kita bersyukur dari hal-hal kecil. Ketika diberi kesehatan, kita lalai. Kita sering melupakan kewajiban kita.

Anggota tubuh harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Semuanya harus digunakan untuk hal-hal yang baik. Kalau ada anggota tubuh yang tidak sempurna, tentu kita akan merasakan betapa nikmatnya kalau itu sempurna.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (Q.S. Adh-Dhuha, 93: 11)

Syukur adalah sifat Allah, Rasul dan Nabi kita. Nabi bersyukur kepada Allah dengan tahajud. Aisyah bertanya mengapa Rasulullah masih melakukannya. Rasulullah melakukannya sebagai bentuk syukur.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Q.S. Al Baqarah, 2: 152)

Syukur merupakan salah satu cara kita meraih ridho Allah.

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An Nisa, 4: 147)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim, 14: 7)

Jangan kufur nikmat dengan apa yang kita lakukan. Kita lebih banyak bekerja dibandingkan dengan beribadah kepada Allah. Bagaimana kita bisa mengerjakan hal-hal besar bila kita tidak bisa mengerjakan hal-hal yang kecil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)