DPD PPNI Kabupaten Kapuas Salurkan Bantuan Rp13,2 Juta untuk Perawat Korban Musibah Kebakaran

Gambar
  DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kapuas melalui Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rekan sejawat perawat, Elsa Maria, yang mengalami musibah kebakaran rumah. Bantuan yang disalurkan sebesar Rp13.200.000 yang berasal dari donasi para perawat di Kabupaten Kapuas, baik yang diserahkan secara langsung maupun dihimpun secara kolektif melalui Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI di berbagai wilayah. Ketua DPD PPNI Kabupaten Kapuas Elvina,S.Kep.,Ners,MM melalui Ketua Bapena PPNI Kabupaten Kapuas Muhammad Hipni, S.Kep,Ners.,MH menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama perawat. Menurutnya, bantuan ini merupakan bukti nyata kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan profesi perawat, khususnya di Kabupaten Kapuas. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPK PP...

Mensyukuri nikmat Allah – dr. Fitri Ningrum Intani



Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. An Nahl, 16: 18)

Bersyukur tidak hanya dengan hati, tapi juga dengan lisan dan perilaku. Dengan hati kita menyadari nikmat Allah. Dengan lisan kita mengucapkan Alhamdulillah. Hanya dengan lafaz Alhamdulillah, kita sudah bisa meraih banyak pahala. Perilaku syukur adalah dengan melakukan kebaikan.

Sering kita mengartikan nikmat itu dengan materi.

Syukur itu selain kewajiban, dia juga merupakan ibadah.

Mari kita bersyukur dari hal-hal kecil. Ketika diberi kesehatan, kita lalai. Kita sering melupakan kewajiban kita.

Anggota tubuh harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Semuanya harus digunakan untuk hal-hal yang baik. Kalau ada anggota tubuh yang tidak sempurna, tentu kita akan merasakan betapa nikmatnya kalau itu sempurna.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (Q.S. Adh-Dhuha, 93: 11)

Syukur adalah sifat Allah, Rasul dan Nabi kita. Nabi bersyukur kepada Allah dengan tahajud. Aisyah bertanya mengapa Rasulullah masih melakukannya. Rasulullah melakukannya sebagai bentuk syukur.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Q.S. Al Baqarah, 2: 152)

Syukur merupakan salah satu cara kita meraih ridho Allah.

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An Nisa, 4: 147)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim, 14: 7)

Jangan kufur nikmat dengan apa yang kita lakukan. Kita lebih banyak bekerja dibandingkan dengan beribadah kepada Allah. Bagaimana kita bisa mengerjakan hal-hal besar bila kita tidak bisa mengerjakan hal-hal yang kecil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)