Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pelantikan Pejabat Eselon II dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas 2017

Pada hari Rabu, 19 Juli 2017 bertempat di aula Kantor Bupati Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas dilaksanakan pelantikan pejabat Eselon II yang terpilih setelah mengikuti seleksi terbuka dua bulan yang lalu. Adapun pejabat yang dilantik adalah sebagai berikut:

  • Drs. Ilham Anwar, M.Pd - Kepala Dinas Pendidikan
  • Apendi, SKM, MM - Kepala Dinas Keseharan
  • Drs. Yunabut - Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran
  • Drs. Jaya, M.Si - Kepala Dinas Sosial
  • Dra. Nor Afiaty, M.Pd - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
  • Drs. Septedy, M.Si - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
  • Syafiri, SE - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
  • Sinaga, SH - Kepala Badan Penanggulangan Bencana.Daerah

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa yang dilantik adalah putra putra terbaik setelah lalui seleksi. Beliau mengajak semua berani maju karena seleksi ini sekarang terbuka. Jangan cuma di kabupaten Kapuas, kalau bisa ke tingkat provinsi dan hingga sampai ke kementerian. Jangan berpikir apalah saya ini karena dari kabupaten Kapuas. 

Jangan lakukam hanya rutin. Tapi lakukanlah terobosan. Beliau pernah tiga kali dapat penghargaan dari Kementerian PU. Pernah ikut lomba penulisan ilmiah. Maju saja ikut. Yang menguji profesor doktor yang hebat-hebat. Beliau juga punya hak paten internasional hasil penelitian yang sangat bermanfaat utk pembangunan jembatan. Beliau juga pernah dipanggil Kepala BKN pusat, ternyata menerima penghargaan sebagai pegawai negeri sipil terbaik nasional, karena pernah expose di BKN saat terima naik pangkat istimewa.

Jadi ayolah kita di Kapuas tidak hanya berpikir di Kapuas saja. Tapi berpikirlah sampai keluar. Kalau perlu yang muda-muda mintalah jabatan. Kepala dinas nanti menilai siapa yang layak jadi kepala seksi dan kepala bidang. Bukan saya (Bupati) yang memilih. Syaratnya punya kemampuan dan jujur. Keduanya harus ada. Dan sebagai pelayan baik ke masyarakat maupun bawahan, atasan, intansi lain. Lakukanlah dengan ketulusan.

Saya sedih jika ada pungutan-pungutan. Bersihkan ASN yang tidak bisa lagi dibina. Paling bahaya urusan uang. Ini karakter / sifat. Khusus untuk Dinas Pendidikan agar ingatkan kepala sekolah, Kepala UPTD dan juga dinas-dinas lain....janganlah kita bikin susah orang lain. Terima kasih pada Kapolres sebagai ketua siber.

Mari kita melayani dengan tulus ikhlas. Kerja keras, jangan ngitung waktu. Kalau sampai malam, lakukan, kalau perlu sampai jam 2. Ini saya lakukan jam 6 sudah layani tamu yang ada keperluan.

Beliau bangga dengan tes kemarin. Ternyata banyak yang punya potensi hebat.  Beliau mengatakan bahwa beliau dulu seperti ajudan. Mau masuk losmen saya duluan masuk, cek semuanya sampai ke kamar mandi. Baru silakan kepala bidang dan kepala dinas masuk.

Kepala dinas yang pegang proyek agar jangan sampai ada yang atas namakan keluarga bupati. Biarkan proses berjalan sesuai aturan. Saya salut dg lurah selat dalam.

Rumah sakit harus baik pelayanannya. Banyak orang tidak mampu yang sakit, tetap harus dilayani gratis.

Kita juga sudah dapat predikat WTP. Ini kerja keras Bapak Ibu semua. Kalau hanya Bupati, Kadis, nggak bisa. Mari semua kerja keras. Jangan menunggu BPK turun. Siapkan sejak sekarang. Curi start. Kerja duluan. Saat ditanya sudah siap.

Kita juga sedang menunggu Adipura. Kita dengan Pangkalan Bun lebih tinggi sedikit nilai Kapuas. Di Jakarta masing-masing Bupati expose dan masih menunggu hasil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas