DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Pelantikan Pejabat Eselon II dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas 2017

Pada hari Rabu, 19 Juli 2017 bertempat di aula Kantor Bupati Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas dilaksanakan pelantikan pejabat Eselon II yang terpilih setelah mengikuti seleksi terbuka dua bulan yang lalu. Adapun pejabat yang dilantik adalah sebagai berikut:

  • Drs. Ilham Anwar, M.Pd - Kepala Dinas Pendidikan
  • Apendi, SKM, MM - Kepala Dinas Keseharan
  • Drs. Yunabut - Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran
  • Drs. Jaya, M.Si - Kepala Dinas Sosial
  • Dra. Nor Afiaty, M.Pd - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
  • Drs. Septedy, M.Si - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
  • Syafiri, SE - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
  • Sinaga, SH - Kepala Badan Penanggulangan Bencana.Daerah

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa yang dilantik adalah putra putra terbaik setelah lalui seleksi. Beliau mengajak semua berani maju karena seleksi ini sekarang terbuka. Jangan cuma di kabupaten Kapuas, kalau bisa ke tingkat provinsi dan hingga sampai ke kementerian. Jangan berpikir apalah saya ini karena dari kabupaten Kapuas. 

Jangan lakukam hanya rutin. Tapi lakukanlah terobosan. Beliau pernah tiga kali dapat penghargaan dari Kementerian PU. Pernah ikut lomba penulisan ilmiah. Maju saja ikut. Yang menguji profesor doktor yang hebat-hebat. Beliau juga punya hak paten internasional hasil penelitian yang sangat bermanfaat utk pembangunan jembatan. Beliau juga pernah dipanggil Kepala BKN pusat, ternyata menerima penghargaan sebagai pegawai negeri sipil terbaik nasional, karena pernah expose di BKN saat terima naik pangkat istimewa.

Jadi ayolah kita di Kapuas tidak hanya berpikir di Kapuas saja. Tapi berpikirlah sampai keluar. Kalau perlu yang muda-muda mintalah jabatan. Kepala dinas nanti menilai siapa yang layak jadi kepala seksi dan kepala bidang. Bukan saya (Bupati) yang memilih. Syaratnya punya kemampuan dan jujur. Keduanya harus ada. Dan sebagai pelayan baik ke masyarakat maupun bawahan, atasan, intansi lain. Lakukanlah dengan ketulusan.

Saya sedih jika ada pungutan-pungutan. Bersihkan ASN yang tidak bisa lagi dibina. Paling bahaya urusan uang. Ini karakter / sifat. Khusus untuk Dinas Pendidikan agar ingatkan kepala sekolah, Kepala UPTD dan juga dinas-dinas lain....janganlah kita bikin susah orang lain. Terima kasih pada Kapolres sebagai ketua siber.

Mari kita melayani dengan tulus ikhlas. Kerja keras, jangan ngitung waktu. Kalau sampai malam, lakukan, kalau perlu sampai jam 2. Ini saya lakukan jam 6 sudah layani tamu yang ada keperluan.

Beliau bangga dengan tes kemarin. Ternyata banyak yang punya potensi hebat.  Beliau mengatakan bahwa beliau dulu seperti ajudan. Mau masuk losmen saya duluan masuk, cek semuanya sampai ke kamar mandi. Baru silakan kepala bidang dan kepala dinas masuk.

Kepala dinas yang pegang proyek agar jangan sampai ada yang atas namakan keluarga bupati. Biarkan proses berjalan sesuai aturan. Saya salut dg lurah selat dalam.

Rumah sakit harus baik pelayanannya. Banyak orang tidak mampu yang sakit, tetap harus dilayani gratis.

Kita juga sudah dapat predikat WTP. Ini kerja keras Bapak Ibu semua. Kalau hanya Bupati, Kadis, nggak bisa. Mari semua kerja keras. Jangan menunggu BPK turun. Siapkan sejak sekarang. Curi start. Kerja duluan. Saat ditanya sudah siap.

Kita juga sedang menunggu Adipura. Kita dengan Pangkalan Bun lebih tinggi sedikit nilai Kapuas. Di Jakarta masing-masing Bupati expose dan masih menunggu hasil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan