Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Tim Review Kawasan Tanpa Rokok Kunjungi RSUD Kapuas

Foto bersama dengan Tim Review KTR (Courtesy of Yesie)
Pada hari Senin, 28 Agustus 2017, Tim Review Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mengunjungi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Tim ini terdiri staf BTKL, Dinas Kesehatan Provinsi, Satpol PP, dan Kasie PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas beserta staf.

Setelah melapor dan mewawancarai pihak manajemen, tim langsung melakukan kunjungan lapangan untuk melihat apakah masih ada orang yang merokok di kawasan rumah sakit, serta memperhatikan keberadaan puntung rokok di rumah sakit.

Dari hasil kunjungan lapangan didapatkan bahwa masih banyak pengunjung rumah sakit yang didapati masih merokok di kawasan rumah sakit. Ketika berkunjung ke kantin-kantin yang ada di sekitar rumah sakit, banyak ditemukan puntung rokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)