The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Kena Razia Kendaraan Bermotor

Pada hari Jum'at, 3 November 2017, sepulang dari tempat kerja, admin melewati depan Samsat Kuala Kapuas. Rupanya sedang ada razia dari Polres Kapuas. Admin salah membawa STNK, yang terbawa adalah STNK mobil, sedangkan kendaraan yang digunakan adalah motor. Admin minta waktu sebentar untuk menunggu istri yang akan mengantarkan STNK tersebut. Sambil menunggu admin berada di meja bersama para Polwan yang sedang memproses berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Menurut keterangan dari Polwan yang admin hadapi, sudah cukup banyak pengendara yang terkena tilang dari razia ini.

Setelah istri admin datang sambil membawa STNK motor tersebut, admin diizinkan untuk meninggalkan Samsat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas