Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Kena Razia Kendaraan Bermotor

Pada hari Jum'at, 3 November 2017, sepulang dari tempat kerja, admin melewati depan Samsat Kuala Kapuas. Rupanya sedang ada razia dari Polres Kapuas. Admin salah membawa STNK, yang terbawa adalah STNK mobil, sedangkan kendaraan yang digunakan adalah motor. Admin minta waktu sebentar untuk menunggu istri yang akan mengantarkan STNK tersebut. Sambil menunggu admin berada di meja bersama para Polwan yang sedang memproses berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Menurut keterangan dari Polwan yang admin hadapi, sudah cukup banyak pengendara yang terkena tilang dari razia ini.

Setelah istri admin datang sambil membawa STNK motor tersebut, admin diizinkan untuk meninggalkan Samsat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas