The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Kena Razia Kendaraan Bermotor

Pada hari Jum'at, 3 November 2017, sepulang dari tempat kerja, admin melewati depan Samsat Kuala Kapuas. Rupanya sedang ada razia dari Polres Kapuas. Admin salah membawa STNK, yang terbawa adalah STNK mobil, sedangkan kendaraan yang digunakan adalah motor. Admin minta waktu sebentar untuk menunggu istri yang akan mengantarkan STNK tersebut. Sambil menunggu admin berada di meja bersama para Polwan yang sedang memproses berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Menurut keterangan dari Polwan yang admin hadapi, sudah cukup banyak pengendara yang terkena tilang dari razia ini.

Setelah istri admin datang sambil membawa STNK motor tersebut, admin diizinkan untuk meninggalkan Samsat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas