Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Bakti sosial Persaudaraan Muslimah (Salimah) di Pulau Kupang, Sei Kayu dan Handil Bere

Salimah diatas klotok
Pada hari Jum'at, 29 Desember 2017, para pengurus Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan kegiatan bakti sosial ke Pulau Kupang, Sei Kayu dan Handil Bere. Untuk wilayah Pulau Kupang, disiapkan 15 paket parsel, 75 buah nasi bungkus dan pakaian layak pakai. Sedangkan untuk Sei Kayu dan Handil Bere disiapkan 5 paket parsel dan 50 buah nasi bungkus.  Untuk menuju Pulau Kupang, peserta menggunakan klotok. Sedangkan untuk menuju Sei Kayu dan Handil Bere menggunakan kendaraan darat. Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan lain yang sudah dilaksanakan oleh Salimah seperti Peduli Ramadhan dan acara lomba memasak dalam rangka milad pertama.
Salimah di Pulau Kupang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)