Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

"Budak Seks" - bukti bahwa perbudakan masih ada sampai sekarang


Ketika admin membaca Qur'an, kemudian membaca ayat yang terkait dengan perbudakan, admin merasa bahwa sekarang sudah tidak ada lagi perbudakan. Terakhir membaca tentang perbudakan adalah perbudakan di Amerika Serikat. Namun ketika menonton film dokumenter diatas, tampak sekali bahwa perbudakan itu masih berjalan. Bahkan menurut keterangan peneliti diatas, lebih dari 500.000 orang masih menjalani perdagangan manusia.

Film diatas menggambarkan bagaimana mudahnya seseorang menjual wanita bebas kepada orang lain untuk dijadikan sebagai "budak seks". Bahkan ada seorang istri "germo" yang menceritakan bahwa suaminya yang pertama kali "menyetubuhi" wanita yang dibelinya sebelum dilacurkan kepada orang lain.

Film diatas (Sex Slaves - The Global Sex Trades and its victims) menggambarkan bahwa perdagangan manusia ada yang dimulai dengan penipuan, namun ada juga yang dilakukan dengan kesadaran untuk bisa menafkahi keluarga dengan memperdagangkan seks. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"