Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

"Budak Seks" - bukti bahwa perbudakan masih ada sampai sekarang


Ketika admin membaca Qur'an, kemudian membaca ayat yang terkait dengan perbudakan, admin merasa bahwa sekarang sudah tidak ada lagi perbudakan. Terakhir membaca tentang perbudakan adalah perbudakan di Amerika Serikat. Namun ketika menonton film dokumenter diatas, tampak sekali bahwa perbudakan itu masih berjalan. Bahkan menurut keterangan peneliti diatas, lebih dari 500.000 orang masih menjalani perdagangan manusia.

Film diatas menggambarkan bagaimana mudahnya seseorang menjual wanita bebas kepada orang lain untuk dijadikan sebagai "budak seks". Bahkan ada seorang istri "germo" yang menceritakan bahwa suaminya yang pertama kali "menyetubuhi" wanita yang dibelinya sebelum dilacurkan kepada orang lain.

Film diatas (Sex Slaves - The Global Sex Trades and its victims) menggambarkan bahwa perdagangan manusia ada yang dimulai dengan penipuan, namun ada juga yang dilakukan dengan kesadaran untuk bisa menafkahi keluarga dengan memperdagangkan seks. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)