Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kanopy

Bakti Sosial Kesehatan Meriahkan HUT RI ke-81 di Desa Saka Batur

Gambar
    KAPUAS HILIR – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 diwujudkan dalam bentuk nyata melalui kegiatan Bakti Sosial Kecamatan Kapuas Hilir bersama UPT Puskesmas Barimba. Kegiatan yang berlangsung di Desa Saka Batur ini mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Kapuas, meliputi IDI, PDGI, IAI, IBI, PPNI, PTGMI, PERSAGI, hingga PATELKI. Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Semangat Kemerdekaan Melayani Untuk Indonesia Sehat”, sebagai bukti pengabdian tenaga kesehatan bagi masyarakat.   Kegiatan bakti sosial ini berjalan sangat antusias dengan melayani total 96 warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Selain itu, tim medis juga melaksanakan khitanan massal bagi 10 anak warga setempat. Berbagai layanan kesehatan disiapkan secara lengkap mulai dari pemeriksaan fisik, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, hingga tindakan medis dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap warga yang hadir.   Ac...

Controlling Interest - Film Dokumenter

Film diatas menggambarkan pandangan orang Amerika sendiri terhadap perusahaan multinasional. Film ini juga menunjukkan bagaimana pentingnya punya anggota dewan yang memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan perusahaan besar.

Charlie vs. Goliath - Film Dokumenter

Selesai menonton ini, admin kembali bersemangat untuk memperjuangkan hal-hal yang mungkin menurut orang lain tidak mungkin untuk dilakukan. 

Semakin banyak materi tidak membuat kita makin bahagia

Gambar
Film dokumenter diatas ( Advertising at the edge of the apocalypse ) menampilkan sebuah fenomena yang sangat menyedihkan, dimana iklan berhasil membuat orang membeli sesuatu yang tidak mereka perlukan. Iklan berhasil membuat mereka membeli sesuatu yang diluar pendapatan yang mereka miliki. Penelitian menunjukkan bahwa ketika penghasilan seseorang sudah melebihi $330.000 per kapita, maka tingkat kebahagiaan mereka bukannya makin meningkat tapi mulai menetap dan bahkan mulai menurun. Iklan sudah berhasil membuat orang melupakan hal-hal penting dalam kehidupan ini. Iklan sudah membuat orang melupakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh dengan materi. Kita patut bersyukur tinggal di Indonesia, yang iklannya tidak se-parah di Amerika.

"Budak Seks" - bukti bahwa perbudakan masih ada sampai sekarang

Gambar
Ketika admin membaca Qur'an, kemudian membaca ayat yang terkait dengan perbudakan, admin merasa bahwa sekarang sudah tidak ada lagi perbudakan. Terakhir membaca tentang perbudakan adalah perbudakan di Amerika Serikat. Namun ketika menonton film dokumenter diatas, tampak sekali bahwa perbudakan itu masih berjalan. Bahkan menurut keterangan peneliti diatas, lebih dari 500.000 orang masih menjalani perdagangan manusia. Film diatas menggambarkan bagaimana mudahnya seseorang menjual wanita bebas kepada orang lain untuk dijadikan sebagai "budak seks". Bahkan ada seorang istri "germo" yang menceritakan bahwa suaminya yang pertama kali "menyetubuhi" wanita yang dibelinya sebelum dilacurkan kepada orang lain. Film diatas ( Sex Slaves - The Global Sex Trades and its victims ) menggambarkan bahwa perdagangan manusia ada yang dimulai dengan penipuan, namun ada juga yang dilakukan dengan kesadaran untuk bisa menafkahi keluarga dengan memperdagangkan seks....

Melindungi Perpustakaan Islam Kuno

Film dokumenter ini menggambarkan bagaimana kayanya khazanah sejarah Islam di Afrika dan Spanyol. Semoga ada yang bersedia untuk melakukan digitalisasi dokumen sejarah ini sehingga dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia.

Allah sebaik-baik pembalas tipu daya

Saat menonton film dokumenter diatas yang berjudul  The Occupation of the American Mind - Israel's Public Relations War in the United States   , hati admin sangat sedih melihat bagaimana hebatnya media dalam mengubah opini publik. Masyarakat Amerika yang dikenal sebagai masyarakat yang sangat memperjuangkan hak-hak asasi manusia, dibodohi oleh media mereka sendiri, sehingga mereka tidak menganggap tindakan biadab Israel terhadap Palestina sebagai sebuah pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.  Namun ketika film dokumenter ini sampai di akhirnya, digambarkan bahwa dengan makin berkembangnya media sosial, maka kebohongan yang selama ini ditunjukkan oleh media tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Orang sekarang dengan mudah membagikan bagaimana brutalnya Israel memperlakukan orang-orang di Palestina. Justru sekarang yang memperjuangkan hak-hak warga Palestina adalah para pemuda Amerika. Benarlah firman Allah yang berbunyi: Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)