Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Kematian dan kehidupan sebagai ujian


Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk, 67: 2)


Secara tidak langsung Allah ingin memberi tahu kepada kita bahwa kita dulunya mati (tidak ada). Kita menempuh 5 fase: arwah, Rahim, dunia, kubur, akhirat.


Ketika kita semua berada di alam arwah, semua dalam keadaan sama, masih berbentuk ruh. Allah mempertanyakan:


"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Q.S. Al A’raaf, 7: 172)


Kita harus sadar bahwa kita semua sadar bahwa kita berasal dari Allah. Kehidupan ada suka dan duka, ada tangis dan tawa. Dalam hidup ini, kita harus menyerah sepenuhnya (mematikan diri sebelum mati). Dalam usaha dia berhasil, semua berdasarkan Allah SWT. Orang yang mati tidak bisa berusaha, semua berasal dari qudrat Allah SWT.


Setelah mati, kita akan dikubur. Masuk ke lapisan tanah. Kita menghadap Allah SWT. Allah bersifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Sifat Ar-Rahman, orang yang tidak mengenal Allah, tidak pernah melakukan kewajiban, justru kelihat “nyaman” dalam kehidupan. Harta diberi. Ini karena Allah bersifat Rahman. Dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman dan surga bagi orang-orang kafir.


Di dunia orang kafir bebas melakukan apapun, tapi diakhirat mereka akan diazab.


Tidak semua yang dikasihi itu disayang. Bisa saja kemuliaan itu adalah “istidraj” dari Allah. Awalnya bisa nyaman tapi akhirnya sakit.


Fir’aun panjang umurnya, mengatakan dirinya Tuhan. Ini adalah istidraj.


Allah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa yang paling baik amalnya. Orang banyak yang gagal bila diuji dengan kenikmatan. Misalnya Qarun yang dalam keadaan miskin, taat beribadah. Dia minta didoakan kepada Musa agar bisa menjadi orang kaya sehingga bisa bersedekah. Musa berkata, sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak yang engkau tidak mampu memikulnya.


Saking kayanya Qarun, anak kuncinya saja dibawa oleh 7 ekor unta.


Tsa’labah adalah sahabat yang senantiasa bersama Rasulullah. Setiap selesai shalat, Tsa’labah langsung pergi. Rasulullah menanyakan mengapa dia tidak betah di masjid. Tsa’labah mengatakan bahwa istrinya menunggu pakaian yang dia pakai. Rasulullah mengatakan: sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak yang tidak bisa engkau syukuri.


Tsa’labah kemudian diberi kambing hamil. Dia punya kambing yang sangat banyak. Tapi dia tidak mau berzakat.


Kalau kita diuji, maka kita harus berhati-hati dalam bertindak. Tujuan kita dihidupkan adalah untuk dimatikan. Dulu kita dimatikan (di alam arwah) kemudian dihidupkan, kemudian dimatikan. Agar manusia tidak jenuh di dunia, diberi pekerjaan, ada yang PNS, ada yang jadi pedagang. Manusia malah sibuk dengan pekerjaannya, sehingga lupa dengan kewajibannya. Allah mengambil dengan paksa pekerjaan kita. Ada yang sadar ada yang tidak. Jangan sampai seperti anak yang menangis ketika mainannya diambil.


Kita akan kembali kepada Allah SWT.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)