Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Kematian dan kehidupan sebagai ujian


Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk, 67: 2)


Secara tidak langsung Allah ingin memberi tahu kepada kita bahwa kita dulunya mati (tidak ada). Kita menempuh 5 fase: arwah, Rahim, dunia, kubur, akhirat.


Ketika kita semua berada di alam arwah, semua dalam keadaan sama, masih berbentuk ruh. Allah mempertanyakan:


"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Q.S. Al A’raaf, 7: 172)


Kita harus sadar bahwa kita semua sadar bahwa kita berasal dari Allah. Kehidupan ada suka dan duka, ada tangis dan tawa. Dalam hidup ini, kita harus menyerah sepenuhnya (mematikan diri sebelum mati). Dalam usaha dia berhasil, semua berdasarkan Allah SWT. Orang yang mati tidak bisa berusaha, semua berasal dari qudrat Allah SWT.


Setelah mati, kita akan dikubur. Masuk ke lapisan tanah. Kita menghadap Allah SWT. Allah bersifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Sifat Ar-Rahman, orang yang tidak mengenal Allah, tidak pernah melakukan kewajiban, justru kelihat “nyaman” dalam kehidupan. Harta diberi. Ini karena Allah bersifat Rahman. Dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman dan surga bagi orang-orang kafir.


Di dunia orang kafir bebas melakukan apapun, tapi diakhirat mereka akan diazab.


Tidak semua yang dikasihi itu disayang. Bisa saja kemuliaan itu adalah “istidraj” dari Allah. Awalnya bisa nyaman tapi akhirnya sakit.


Fir’aun panjang umurnya, mengatakan dirinya Tuhan. Ini adalah istidraj.


Allah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa yang paling baik amalnya. Orang banyak yang gagal bila diuji dengan kenikmatan. Misalnya Qarun yang dalam keadaan miskin, taat beribadah. Dia minta didoakan kepada Musa agar bisa menjadi orang kaya sehingga bisa bersedekah. Musa berkata, sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak yang engkau tidak mampu memikulnya.


Saking kayanya Qarun, anak kuncinya saja dibawa oleh 7 ekor unta.


Tsa’labah adalah sahabat yang senantiasa bersama Rasulullah. Setiap selesai shalat, Tsa’labah langsung pergi. Rasulullah menanyakan mengapa dia tidak betah di masjid. Tsa’labah mengatakan bahwa istrinya menunggu pakaian yang dia pakai. Rasulullah mengatakan: sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak yang tidak bisa engkau syukuri.


Tsa’labah kemudian diberi kambing hamil. Dia punya kambing yang sangat banyak. Tapi dia tidak mau berzakat.


Kalau kita diuji, maka kita harus berhati-hati dalam bertindak. Tujuan kita dihidupkan adalah untuk dimatikan. Dulu kita dimatikan (di alam arwah) kemudian dihidupkan, kemudian dimatikan. Agar manusia tidak jenuh di dunia, diberi pekerjaan, ada yang PNS, ada yang jadi pedagang. Manusia malah sibuk dengan pekerjaannya, sehingga lupa dengan kewajibannya. Allah mengambil dengan paksa pekerjaan kita. Ada yang sadar ada yang tidak. Jangan sampai seperti anak yang menangis ketika mainannya diambil.


Kita akan kembali kepada Allah SWT.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas