Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Kematian dan kehidupan sebagai ujian
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Yang menjadikan
mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik
amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk, 67: 2)
Secara tidak langsung Allah ingin memberi tahu kepada kita
bahwa kita dulunya mati (tidak ada). Kita menempuh 5 fase: arwah, Rahim, dunia,
kubur, akhirat.
Ketika kita semua berada di alam arwah, semua dalam keadaan
sama, masih berbentuk ruh. Allah mempertanyakan:
"Bukankah
Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi
saksi". (Q.S. Al A’raaf, 7: 172)
Kita harus sadar bahwa kita semua sadar bahwa kita berasal
dari Allah. Kehidupan ada suka dan duka, ada tangis dan tawa. Dalam hidup ini,
kita harus menyerah sepenuhnya (mematikan diri sebelum mati). Dalam usaha dia berhasil,
semua berdasarkan Allah SWT. Orang yang mati tidak bisa berusaha, semua berasal
dari qudrat Allah SWT.
Setelah mati, kita akan dikubur. Masuk ke lapisan tanah.
Kita menghadap Allah SWT. Allah bersifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Sifat
Ar-Rahman, orang yang tidak mengenal Allah, tidak pernah melakukan kewajiban,
justru kelihat “nyaman” dalam kehidupan. Harta diberi. Ini karena Allah
bersifat Rahman. Dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman dan surga bagi
orang-orang kafir.
Di dunia orang kafir bebas melakukan apapun, tapi diakhirat
mereka akan diazab.
Tidak semua yang dikasihi itu disayang. Bisa saja kemuliaan
itu adalah “istidraj” dari Allah. Awalnya bisa nyaman tapi akhirnya sakit.
Fir’aun panjang umurnya, mengatakan dirinya Tuhan. Ini
adalah istidraj.
Allah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa
yang paling baik amalnya. Orang banyak yang gagal bila diuji dengan kenikmatan.
Misalnya Qarun yang dalam keadaan miskin, taat beribadah. Dia minta didoakan
kepada Musa agar bisa menjadi orang kaya sehingga bisa bersedekah. Musa
berkata, sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak yang engkau
tidak mampu memikulnya.
Saking kayanya Qarun, anak kuncinya saja dibawa oleh 7 ekor
unta.
Tsa’labah adalah sahabat yang senantiasa bersama Rasulullah.
Setiap selesai shalat, Tsa’labah langsung pergi. Rasulullah menanyakan mengapa
dia tidak betah di masjid. Tsa’labah mengatakan bahwa istrinya menunggu pakaian
yang dia pakai. Rasulullah mengatakan: sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada
banyak yang tidak bisa engkau syukuri.
Tsa’labah kemudian diberi kambing hamil. Dia punya kambing
yang sangat banyak. Tapi dia tidak mau berzakat.
Kalau kita diuji, maka kita harus berhati-hati dalam
bertindak. Tujuan kita dihidupkan adalah untuk dimatikan. Dulu kita dimatikan
(di alam arwah) kemudian dihidupkan, kemudian dimatikan. Agar manusia tidak
jenuh di dunia, diberi pekerjaan, ada yang PNS, ada yang jadi pedagang. Manusia
malah sibuk dengan pekerjaannya, sehingga lupa dengan kewajibannya. Allah
mengambil dengan paksa pekerjaan kita. Ada yang sadar ada yang tidak. Jangan
sampai seperti anak yang menangis ketika mainannya diambil.
Berikut ini adalah terjemahan dari halaman di Astronesian Basic Vocabulary Database . Nampaknya masih perlu ada koreksi untuk bahasa Dayak-nya sendiri, begitu juga dengan terjemahannya. Untuk penerjemahan menggunakan Google Translate . Koreksi bahasa dibantu oleh Dra. Hernawaty, M.Kes. Untuk koreksi dari halaman ini dapat diberikan pada komentar. Upaya penerjemahan Kamus Bahasa Dayak - Jerman sedang berlangsung, dapat dipantau pada: Kamus Dayak Ngaju - Indonesia .
Toko ini terletak di Jl. Kapuas Seberang I, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Teleponnya adalah (0513) 23655. Toko ini menjual berbagai souvenir khas Kapuas seperti perahu naga yang terbuat dari getah nyatu (sebagaimana tampak dalam gambar berikut ini): Perahu naga dari getah nyatu
Kata benda dengan awalan Jalah toh bujur. - Huma te korik. - Lewu toh hai tuntang bahalap. - Ie oloh korik. (tingkat rendah). - Danum jetoh papa. - Oloh te bujur. - Kabon korik te bahalap. - Huma toh dia hai. - Andau toh andau hai. Kalimat sederhana yang dibentuk dari kata sehari-hari Ingat: Kalimat biasanya dimulai dengan subyek , diikuti dengan predikat dan obyek . Diawal kalimat anda juga meletakkan kata yang harus ditekankan. Kemurnia suku juga penting. Tensesnya dibentuk oleh "aton", nya; "jari", sudah; "kareh," masa depan, akan, dan "akan," akan, harus, semuanya mendahului kata kerja. Seringkali tense hanya hasil dari konteks. omba, pergi bersama-sama awi , lakukan, lakukanlah dumah , datang buli , kembali ke nahuang, handak, maku, ingin imbit , itu akan dibawa gau , mencari harati , memahami Aku omba keton. Aku ikut denganmu. Omba aku , pergi dengan saya Awi te ! Lakukan itu Imbit danum ! Bawa air Bu...
Komentar
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!