Hubungan Kuat Bukan Soal Menghindari Konflik, Tapi Cara Memperbaikinya

Gambar
  Kapuas.info - Banyak orang berpikir bahwa hubungan yang baik adalah hubungan tanpa konflik. Namun penelitian psikolog terkenal John Gottman menunjukkan hal sebaliknya. Selama bertahun-tahun, Gottman mengundang pasangan-pasangan ke laboratoriumnya di University of Washington. Ia meminta mereka membicarakan masalah nyata yang sedang mereka hadapi. Sementara itu, timnya memantau ekspresi wajah, nada bicara, detak jantung, dan tingkat stres mereka. Hasilnya mengejutkan. Ternyata konflik itu sendiri bukan penyebab hubungan gagal. Semua pasangan pasti bertengkar. Yang membedakan hubungan yang bertahan dan yang gagal adalah kemampuan untuk memperbaiki situasi dengan cepat . Perbaikan ini bisa sangat sederhana: nada bicara yang lebih lembut, sedikit humor, atau pengakuan seperti "Maaf, tadi kata-kataku terlalu keras." Pelajaran untuk Kehidupan Sehari-hari Pola ini tidak hanya berlaku untuk pasangan suami-istri, tapi juga untuk hubungan kerja dan persahabatan. Saat mulai bek...

UD. Nabil Reihan Rotan berdayakan ratusan penganyam rotan

Tas motif Matan Andau
Pada hari Ahad, 8 April 2018, admin berkunjung ke UD. Nabil Reihan Rotan yang terletak di Desa Pulau Telo Baru. Waktu mau memasuki tempat ini, admin melihat ada perajin rotan yang baru keluar dari tempat tersebut. Admin disambut oleh Pak Slamet. Beliau menceritakan bahwa setelah beliau memenangkan penghargaan kategori ANYAMAN dengan klasifikasi PRODUK OVOP BINTANG 3 dalam kegiatan PENGANUGERAHAN PIAGAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) BAGI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2015, maka desa ini mendapatkan pintu gerbang tersebut.
Anyaman motif Saluang Murik
Tak lama kemudian, Ibu Salasiah menemani kami ngobrol. Beliau bercerita bahwa sekarang mereka sudah banyak pesanan, baik dari Martapura, Bali, Palangka Raya dan tempat-tempat lain. Mereka sekarang membeli bahan baku rotan, kemudian memisahkan kulit dan hati rotan di pablik pengolahan yang sudah ada di Handil Baras. Setelah itu, kulit rotan dibawa ke desa-desa yang sudah mereka bina untuk diolah menjadi tas, keranjang, tikar dan berbagai produk lain sesuai dengan pesanan.
Piagam penghargaan OVOP Bintang 3
 Ibu Salasiah bercerita bahwa para penganyam rotan di desa-desa tersebut pernah mengatakan kepadanya: "Mengapa Ibu tidak datang dari dulu".
Tas rotan
 Desa-desa yang sudah dilibatkan dalam produksi anyaman rotan ini selain Desa Pulau Telo Baru adalah Desa Kanamit, Desa Penda Ketapi, Desa Sei Dusun sampai ke Desa Kalumpang, Kecamatan Mantangai.
Keranjang rotan

Tas rotan

Tas rotan

Tas rotan

Tas rotan

Anyaman motif Ihing

Anyaman motif Jakah Kelawit

Anyaman motif Sebangkang

Tas motif Ihing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas