Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

UD. Nabil Reihan Rotan berdayakan ratusan penganyam rotan

Tas motif Matan Andau
Pada hari Ahad, 8 April 2018, admin berkunjung ke UD. Nabil Reihan Rotan yang terletak di Desa Pulau Telo Baru. Waktu mau memasuki tempat ini, admin melihat ada perajin rotan yang baru keluar dari tempat tersebut. Admin disambut oleh Pak Slamet. Beliau menceritakan bahwa setelah beliau memenangkan penghargaan kategori ANYAMAN dengan klasifikasi PRODUK OVOP BINTANG 3 dalam kegiatan PENGANUGERAHAN PIAGAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) BAGI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2015, maka desa ini mendapatkan pintu gerbang tersebut.
Anyaman motif Saluang Murik
Tak lama kemudian, Ibu Salasiah menemani kami ngobrol. Beliau bercerita bahwa sekarang mereka sudah banyak pesanan, baik dari Martapura, Bali, Palangka Raya dan tempat-tempat lain. Mereka sekarang membeli bahan baku rotan, kemudian memisahkan kulit dan hati rotan di pablik pengolahan yang sudah ada di Handil Baras. Setelah itu, kulit rotan dibawa ke desa-desa yang sudah mereka bina untuk diolah menjadi tas, keranjang, tikar dan berbagai produk lain sesuai dengan pesanan.
Piagam penghargaan OVOP Bintang 3
 Ibu Salasiah bercerita bahwa para penganyam rotan di desa-desa tersebut pernah mengatakan kepadanya: "Mengapa Ibu tidak datang dari dulu".
Tas rotan
 Desa-desa yang sudah dilibatkan dalam produksi anyaman rotan ini selain Desa Pulau Telo Baru adalah Desa Kanamit, Desa Penda Ketapi, Desa Sei Dusun sampai ke Desa Kalumpang, Kecamatan Mantangai.
Keranjang rotan

Tas rotan

Tas rotan

Tas rotan

Tas rotan

Anyaman motif Ihing

Anyaman motif Jakah Kelawit

Anyaman motif Sebangkang

Tas motif Ihing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)