Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

2nd Annual Meeting IMANI Youth Chapter

Pada hari Sabtu-Ahad, 12-13 Mei 2018 bertempat di Hotel Victoria River View, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dilaksanakan kegiatan 2nd Annual Meeting IMANI Youth Chapter atau Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Prokami Muda. Kegiatan ini dikoordinir oleh Prokami Wilayah Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh dr. Wiwit, Sp.PD.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Prokami dr. Ahmad Zaki, M.Epid, Sp.OT. Rangkaian kegiatannya meliputi seminar, bedah buku, pertemuan Prokami Muda, pertemuan pembina prokami muda, pembahasan panduan Prokami Muda yang disusun oleh dr. Ardik, Sp.BS. Selain itu juga ada berbagi pengalaman dalam pengelolaan Prokami Muda oleh dr. Teguh, Sp.THT-KL dari Prokami Wilayah Jawa Timur.

Pada hari kedua, para peserta diajak berdarmawisata ke Pasar Terapung yang ada di Lok Baintan. Di pasar terapung tersebut para peserta membeli berbagai dagangan dari penjual seperti jeruk, nasi kuning, wadai (kue) dan lain-lain.

Setelah dari Pasar Terapung peserta diajak makin pagi di Depot Abang Amat yang terletak di tepi Sungai Martapura. Para peserta umumnya memesan Soto Banjar ditambah dengan minuman teh manis hangat. Selain itu panitia juga menyediakan kelapa muda.

Sebelum kegiatan ditutup, dilakukan pelantikan Pengurus Prokami Muda Nasion dan pembacaan ikrar dari peserta Mukernas. Direncanakan Mukernas tahun 2019 akan dilaksanakan di Surabaya dan Malang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas