Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Islam Garis Tengah - K.H. Muhyidin Junaidi

Pada hari Jum'at, 29 Juni 2018 bertempat di Masjid Alumni IPB, Bogor, setelah shalat Subuh, admin mendengarkan kajian Tafsir Al-Maraghi yang disampaikan oleh K.H. Muhyidin Junaidi. Beliau menyampaikan topik tentang Islam Garis Tengah.

Ciri pertama Islam Garis Tengah yang beliau sampaikan adalah "tawazun" (Keseimbangan). Beliau menggambarkan kondisi umat Islam yang tidak tawazun dalam penggunaan kekayaan alamnya seperti kondisi di Irak. Negara ini bisa mengekspor minyak jutaan barrel setiap harinya, tapi penduduknya banyak yang berada di bawah garis kemiskinan.

Beliau mengingatkan kita pada hadits Rasulullah yang berbunyi: Bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok. 

Beliau juga mengingatkan pada ayat Qur'an yang berbunyi:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qasas, 28: 77)

Beliau menceritakan bahwa negara Tunisia melarang warga negaranya untuk menunaikan ibadah haji dan ini disetujui oleh muftinya. Alasan mereka adalah biaya yang diterima oleh Saudi Arabia dari pelaksanaan ibadah haji digunakan untuk membeli senjata dan digunakan untuk membunuh saudara Muslim di Yaman.

Ciri kedua Islam Garis Tengah yang beliau sampaikan adalah "toleransi" (tasamuh). Beliau mengatakan bahwa orang yang bilang kaum Muslimin Indonesia tidak toleran adalah orang yang tidak mengerti sejarah. Pada awal kemerdekaan dulu, karena pendiri bangsa kita menenggang permintaan dari kaum minoritas untuk menghapus kata-kata "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya" dari sila pertama Pancasila. 

Berkaitan dalam masalah toleransi, Allah berfirman:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Q.S. Mumtahanah, 60: 8)

Jadi kalau dalam urusan muamalah, kita tidak dilarang untuk bertoleransi dengan mereka. Tapi dalam masalah ibadah, maka kita harus berprinsip:

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". (Q.S. Al-Kafirun, 109: 6)

Beliau tidak setuju bila ada orang Muslim yang menjaga gereja waktu Natal, karena itu menggambarkan bahwa orang Muslim suka membuat masalah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)