DPD PPNI Kabupaten Kapuas Go LMS Plataran Sehat

Gambar
  Sejak diberlakukannya UU Kesehatan No 17 Tahun 2023, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas, tidak dapat melaksanakan Seminar Keperawatan ber SKP, dikarenakan semua kewenangan organisasi diambil alih Kementerian Kesehatan. Tapi DPD PPNI Kabupaten Kapuas tidak patah semangat mengingat anggota PPNI Kabupaten Kapuas berjumlah 1035 yang tersebar di 17 Kecamatan,  Pada hari ini, Sabtu, 20 Juli 2024, DPD PPNI Kabupaten Kapuas bisa kembali melaksanakan Seminar Keperawatan ke 7 ber SKP Kementerian Kesehatan. Hal ini merupakan komitmen DPD PPNI Kabupaten Kapuas dalam memberikan pelayanan kepada anggota PPNI. Adapun seminar hari ini diikuti peserta 200 sesuai kuota yang diberikan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Adapun materi seminar diantaranya : 1. Tips dan Trik  Mencapai SPM TB Dengan Mudah  di Puskesmas oleh Afriani Sintha, S.Kep,. Ners 2. Tatalaksana Pasien Hipertensi di Puskesmas oleh Muhammad Hipni, S.Kep., Ners 3. Peran Serta Per

Islam Garis Tengah - K.H. Muhyidin Junaidi

Pada hari Jum'at, 29 Juni 2018 bertempat di Masjid Alumni IPB, Bogor, setelah shalat Subuh, admin mendengarkan kajian Tafsir Al-Maraghi yang disampaikan oleh K.H. Muhyidin Junaidi. Beliau menyampaikan topik tentang Islam Garis Tengah.

Ciri pertama Islam Garis Tengah yang beliau sampaikan adalah "tawazun" (Keseimbangan). Beliau menggambarkan kondisi umat Islam yang tidak tawazun dalam penggunaan kekayaan alamnya seperti kondisi di Irak. Negara ini bisa mengekspor minyak jutaan barrel setiap harinya, tapi penduduknya banyak yang berada di bawah garis kemiskinan.

Beliau mengingatkan kita pada hadits Rasulullah yang berbunyi: Bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok. 

Beliau juga mengingatkan pada ayat Qur'an yang berbunyi:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qasas, 28: 77)

Beliau menceritakan bahwa negara Tunisia melarang warga negaranya untuk menunaikan ibadah haji dan ini disetujui oleh muftinya. Alasan mereka adalah biaya yang diterima oleh Saudi Arabia dari pelaksanaan ibadah haji digunakan untuk membeli senjata dan digunakan untuk membunuh saudara Muslim di Yaman.

Ciri kedua Islam Garis Tengah yang beliau sampaikan adalah "toleransi" (tasamuh). Beliau mengatakan bahwa orang yang bilang kaum Muslimin Indonesia tidak toleran adalah orang yang tidak mengerti sejarah. Pada awal kemerdekaan dulu, karena pendiri bangsa kita menenggang permintaan dari kaum minoritas untuk menghapus kata-kata "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya" dari sila pertama Pancasila. 

Berkaitan dalam masalah toleransi, Allah berfirman:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Q.S. Mumtahanah, 60: 8)

Jadi kalau dalam urusan muamalah, kita tidak dilarang untuk bertoleransi dengan mereka. Tapi dalam masalah ibadah, maka kita harus berprinsip:

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". (Q.S. Al-Kafirun, 109: 6)

Beliau tidak setuju bila ada orang Muslim yang menjaga gereja waktu Natal, karena itu menggambarkan bahwa orang Muslim suka membuat masalah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan