Webinar Tarhib Ramadhan 1447 H - Ramadhan Recharge Iman, Cinta, Peduli dan Kolaborasi

Gambar
  Bismillah, kami mengundang Kyai/Nyai/Asatidzah/Bapak/Ibu untuk mengikuti: WEBINAR TARHIB RAMADHAN 1447 H “Ramadhan Recharge: Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi” 🎙 Bersama: 1. Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA (Ketua Umum PP IKADI) 2. Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 3. Dr. KH. Atabik Luthfi, MA (Pakar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) 4. Hj. R.A. Reni Anggrayni, ST (Ketua Umum SALIMAH) 🗓 Sabtu, 7 Februari 2026 / 20 Sya’ban 1447 H 🕗 Pukul 08.00–11.30 WIB Link zoom:  https://us06web.zoom.us/j/87143988543?pwd=Y4wzGkaTkxqNhTc9a7Q0jsKb2jpa7H.1 ID Rapat: 8743988543 Kode Sandi : 1234567qa 📍 Live di YouTube  https://l1nq.com/YtRecharge1447  Mari siapkan diri menyambut Ramadhan dengan ilmu & semangat ukhuwah Islamiyah wathaniyah, sebagai bekal untuk menguatkan iman serta menghidupkan cinta, kepedulian, dan kolaborasi dalam keluarga dan masyarakat Indonesia. . جزاكم الله خيرا على اهتمامكم  والسلام عليكم ورحمة ...

Bahkan satu batang rokok sehari sudah terlalu banyak

Sebuah penelitian yang dimuat dalam The BMJ tanggal 24 Januari 2018 menemukan bahwa merokok meskipun hanya satu batang sehari memiliki konsekuensi kesehatan yang sangat berarti, yaitu resiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi.

Menggunakan data dari 141 penelitian berbeda, yang melibatkan jutaan peserta, para peneliti membandingkan orang-orang yang merokok satu batang, lima batang atau 20 batang sehari. Mereka menemukan bahwa tingkat serangan jantung dan stroke tidak berkurang sebanyak yang diharapkan pada perokok biasa dibandingkan dengan orang yang merokok sebungkus sehari.

Hal ini sangat relevan mengingat penyakit jantung adalah resiko kesehatan terbesar yang berkaitan dengan merokok. Menurut BMJ, penyakit jantung menyebabkan hampir setengah dari semua kematian yang terkait dengan merokok. 

Jadi pesan kunci penelitian ini adalah bahwa terkait masalah rokok, mengurangi jumlah rokok yang dihisap tidak cukup. Lebih baik berhenti merokok sama sekali. 

Diterjemahkan dari Harvard Women's Health Watch

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas