Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Fungsi As-Sunnah - Ustadz Suriani Jiddy, Lc



Sunnah qauliyah: perkataan Rasulullah

Sunnah fi’liyah: perbuatan Rasulullah

1.       Jibilliyah: perbuatan Nabi sebagai manusia biasa yang terikat dengan adat istiadat, tradisi, budaya; kecenderungan dan selera beliau;

2.       Khususiyyah: perbuatan yang dikhususkan bagi Rasulullah dan umatnya tidak boleh mengikutinya: beristri lebih dari empat

3.       Tasyri’iyyah: perbuatan yang mengandung tasyri’ dan kewajiban kita untuk mengikutinya

Sunnah takririyah: persetujuan Rasulullah

Sifat-sifat Rasulullah

Kajian ini sesuai dengan Hadits yang ke-9: Apa yang diperintahkan kerjakan sesuai dengan kemampuanmu.

Fungsi Sunnah

1.       Menjelaskan apa-apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
2.       Menguatkan apa-apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
3.       Menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan oleh Al-Qur’an.

Menjelaskan Al-Qur’an

keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (Q.S. An-Nahl, 16: 44)

Tugas Rasulullah adalah menyampaikan wahyu yang beliau terima. Apa yang beliau terima itu, semuanya disampaikan oleh Nabi, tidak ada yang ditinggal. Ini disampaikan kepada para sahabat dan sampai kepada kita. Nanti ada orang yang mengatakan bahwa Rasulullah hanya menyampaikan kepada sebagian sahabat dan tidak kepada yang lain. Tidak ada yang diistimewakan dan tidak ada yang dianaktirikan.

Rasulullah sangat mengerti betul apa yang beliau terima. Bagaimana beliau akan menerangkan kalau beliau tidak mengerti apa yang beliau terima. Jangan terkecoh dengan ucapan orang yang mengatakan bahwa hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi tidak mengetahui kebenaran. Hal ini terjadi saat kita memprotes aliran sesat yang ada di Indonesia. Kelompok Liberal mengatakan bahwa kita tidak hak untuk mengatakan kelompok ini sesat, yang tahu kebenaran hanya Allah.

Kalau mereka mengatakan bahwa Nabi tidak mengenal kebenaran, maka apa yang beliau sampaikan tentu tidak benar. Hal ini menyesatkan.

Imam Asy-Syafi’i : semua yang datang dari Rasulullah merupakan penjelasan dari Al-Qur’an. Orang yang menerima Qur’an wajib menerima Rasulullah, karena Allah mewajibkan kita untuk mematuhi Rasulullah.
“apa-apa yang aku perintahkan maka laksanakanlah semampumu dan apa-apa yang aku larang maka jauhilah”

Kalau kita tidak mengakui kebenaran Rasulullah, maka kita akan menolak ucapan diatas.
Umar bin Khattab: akan datang suatu masa dimana manusia akan mendebat kalian dengan syubhat-syubhat Qur’an, maka debatlah mereka dengan hadits karena sesungguhnya ahli hadits lebih memahami Al-Qur’an.

Ibnu Katsir menyampaikan tingkatan-tingkatan tafsir:

Tafsir Qur’an dengan Qur’an.

Contohnya 2: 2-3 - 

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Jalan yang lurus adalah jalan orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang yang engkau murkai dan bukan jalan orang yang sesat (Q.S. Al-Baqarah, 2: 7)

Kalau kita tidak menemukan tafsirnya dalam Qur’an, maka kita mencarinya dalam hadits.

Ada orang yang menginterpretasikan Qur’an berdasarkan pendapatnya sendiri. Orang-orang liberal mengartikan “la ikraaha fid-diin” sebagai semua agama itu benar. Ditambah lagi dalam Qur’an yang mengatakan, “barang siapa yang mau beriman, berimanlah. Barang siapa yang mau kufur, kufurlah” Ini menyesatkan.

Jadi benar apa yang dikatakan oleh Umar bin Khattab bahwa akan ada orang yang mendebat kalian dengan syubhat-syubhat Qur’an. Kita menjawabnya dengan sunnah.

Abdullah bin Abbas r.a: Ali bin Abi Thalib mengutus Ibnu Abbas untuk mendatangi kaum Khawarij untuk mendebat mereka. Khawarij adalah orang-orang yang mengkafirkan sahabat Nabi. Ibnu Abbas ingin berdikusi dengan mereka. Khawarij ini adalah orang-orang yang ahli ibadah. Kenapa mereka bisa terjerumus kepada kesesatan, yaitu mengkafirkan sahabat Nabi. Mereka juga beranggapan bahwa orang yang berbuat dosa adalah kafir. Menurut mereka dosa itu adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Menurut mereka barangsiapa yang bermaksiat maka gugurlah keimanannya.

Menurut ulama ahlu sunnah wal jama’ah, iman itu bisa naik dan turun.

Apa yang melatarbelakangi pendapat kaum khawarij tersebut? Karena mereka tidak memahami Qur’an dengan sunnah.

Nasehat Ali kepada Ibnu Abbas: janganlah kamu mendebat mereka dengan Qur’an karena pemahaman Qur’an bisa diarahkan ke berbagai makna. Seperti kaum Liberal yang memahami Qur’an sesuai keinginan mereka. Maka Ali meminta Ibnu Abbas untuk mendebat mereka dengan sunnah.

Penjelasan Praktek Shalat

Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku’lah bersama-sama dengan orang-orang yang ruku’.
Bagaimana cara mendirikan shalat tidak dijelaskan dalam Qur’an. Misalnya masalah waktu-waktunya tidak dijelaskan secara rinci. Allah Cuma mengatakan: Sesungguhnya shalat itu diwajibkan bagi orang-orang beriman pada waktu tertentu. Kita tidak menemukan bilangan raka’at shalat dalam Qur’an. Secara umum Rasulullah mengatakan shalatlah kalian sebagaimana kalian mendapatiku shalat. Termasuk hal-hal yang membatalkan shalat, wudhu’ dan lain-lain.

Penjelasan Praktek Puasa

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa ... (Q.S. Al-Baqarah, 2: 183)

Penjelasan Praktek Haji

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah ...

Ambillah manasik haji dariku.

Hukuman bagi pencuri

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya. Ini sangsi bagi orang yang mencuri sebagai pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan siksaan dari Allah SWT.

Pertanyaannya adalah: apakah semua yang mencuri sangsinya potong tangan? Misalnya curi sendal dipotong sendal. Ternyata tidak semua barang yang dicuri, pencurinya dipotong tangan. Rasulullah menjelaskan: 

Tangan pencuri tidak boleh dipotong kecuali barang yang dicurinya mencapai seperempat dinar atau lebih.
Jadi barang curian juga ada nishabnya yaitu ¼ dinar atau lebih. 1 dinar = 4,25 gram emas.

Sangsi pencurian itu ada syarat-syaratnya salah satunya sampai pada nishabnya.

Bahasa Qur’an tentang pencuri adalah potong tangan. Tangannya dimana yang dipotong. Di pergelangan tangan.

Sangsi bagi pezina

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nuur, 24: 2)

Beda antara ayat yang menceritakan tentang orang yang mencuri dan berzina.

Ayat pencurian: pencuri laki-laki dan pencuri perempuan

Ayat berzina: perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina

Apa rahasianya pada pencurian disebut laki-laki dahulu sedangkan ayat berzina disebut perempuan duluan.
Salah satu penjelasan: pencurian banyak dilakukan oleh laki-laki. Perempuan yang banyak menyebabkan laki-laki berzina.

Dalam ayat ini tidak dijelaskan tentang laki-laki dan perempuan yang mana. Yang dimaksud dalam ayat ini adalah laki-laki dan perempuan yang belum menikah. Untuk yang sudah menikah, hukumannya adalah hukuman rajam. Ayatnya pernah ada tapi dinasakh (dihapus).

Fungsi Sunnah: menguatkan hukum yang ada dalam Qur’an

Tentang Shalat: hukumnya wajib. Kewajiban shalat ini dijelaskan lagi dalam hadits: Bangunan Islam itu ada lima perkara (rukun Islam).

Fungsi Sunnah: menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam Qur’an. Contohnya adalah makanan:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. ... (Q.S. Al-Maidah, 5: 3)

Makanan itu prinsipnya muamalah: selama tidak dilarang mubah. Yang dilarang dalam ayat diatas adalah: 1) bangkai, 2) darah, 3) daging babi, 4) bangkai.

Binatang yang diharamkan:
1.       Keledai yang jinah
2.       Binatang yang bertaring
3.       Burung yang bercakar
4.       Hewan jalalah (binatang yang memakan kotoran sendiri atau kotoran manusia, sehingga ketika dia makan kotoran dagingnya berubah seperti kotoran yang dimakannya). Solusinya, binatang tersebut dikurung berhari-hari sehingga sifatnya berubah.
5.       Setiap hewan yang disyariatkan untuk dibunuh seperti tikus, kalajengking, ular
6.       Setiap hewan yang dilarang untuk dibunuh seperti semut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan