Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Mari naikkan cukai rokok sehingga anak tidak bisa beli rokok

Pelajaran dari New York yang menaikkan harga rokok sampai lebih dari 100 ribu rupiah per bungkus membuat orang berpikir bila ingin merokok. Prinsip sederhana ini sampai sekarang belum bisa diterapkan di Indonesia karena begitu banyak kepentingan yang bermain didalamnya.

Pemerintah seharusnya malu, mengizinkan peredaran produk "bunuh diri" sebagaimana yang tercantum dalam setiap iklan rokok, "rokok dapat membunuhmu".

Pemerintah pernah dipermalukan dengan kasus anak kecil yang merokok, sehingga pemerintah harus melakukan rehabilitasi khusus untuk anak tersebut dan keluarganya. Namun sayangnya sikap tersebut cuma "lip service" saja.

Video diatas mengajak kita semua untuk mendorong pemerintah untuk menaikkan harga cukai rokok, sehingga para generasi muda tidak mudah mengkonsumsi rokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)