Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Mari naikkan cukai rokok sehingga anak tidak bisa beli rokok

Pelajaran dari New York yang menaikkan harga rokok sampai lebih dari 100 ribu rupiah per bungkus membuat orang berpikir bila ingin merokok. Prinsip sederhana ini sampai sekarang belum bisa diterapkan di Indonesia karena begitu banyak kepentingan yang bermain didalamnya.

Pemerintah seharusnya malu, mengizinkan peredaran produk "bunuh diri" sebagaimana yang tercantum dalam setiap iklan rokok, "rokok dapat membunuhmu".

Pemerintah pernah dipermalukan dengan kasus anak kecil yang merokok, sehingga pemerintah harus melakukan rehabilitasi khusus untuk anak tersebut dan keluarganya. Namun sayangnya sikap tersebut cuma "lip service" saja.

Video diatas mengajak kita semua untuk mendorong pemerintah untuk menaikkan harga cukai rokok, sehingga para generasi muda tidak mudah mengkonsumsi rokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas